Bab 16

1566 Kata
Seperti biasanya pagi ini Kayla sudah bersiap dengan seragam sekolah nya. Dia pun menghampiri bunda nya yang masih sibuk sama dirinya di dapur untuk menyiapkan sarapan. "Pagi bunda!" sapa kayla. "Pagi juga sayang udah siap aja nih," balas bunda Kayla. "Eh iya Bun, aku mau tanya sama bunda kayaknya kemarin kan aku kan lagi diruang tamu belajar sama Azka tapi tadi kok aku bangun-bangun udah dikamar aja bunda ya yang menggendong aku? Soalnya kalau Abang atau ayah kan gak mungkin mereka kan semalam belum pulang," seru kayla. "Bukan bunda sayang! lagian mana kuat bunda menggendong kamu yang besar ini hahaha," balas Bunda Kayla. "Ih bunda mah aku kan sekarang udah kurusan, berat badanku juga udah turun kok! terus kalau bukan bunda siapa lagi dong?" Tanya Kayla penasaran. "Itu temen kamu yang semalam, bunda minta tolong sama dia untuk menggendong kamu ke kamar kamu karna bunda kan tidak tega kalau lihat kamu tidur di sofa," balas Kayla. "Hah yang bener aja Bun? dia gak ngapa-ngapain aku kan?" Seru kayla terkejut. "Ih apaan sih kamu! orang dia semalam cuman menggendong kamu ke kamarmu habis itu dia pamit pulang karena kata dia udah kemalaman," ujar Bunda Kayla. "Oh gitu," seru kayla. "Lagian kamu juga tidur kok di sofa," ujar bunda Kayla. "Semalam itu aku ngantuk banget Bun jadi gak sadar kalau aku ketiduran, mana sekarang aku merasa gak enak lagi sama Azka karna aku ninggalin tidur dia," seru kayla. "Udah nanti kamu bilang aja sama dia kalau semalam kamu itu kecapean mungkin dia akan ngertiin kamu," ujar Bunda Kayla. "Iya deh Bun!" balas Kayla. "Bentar bunda rasa kamu kok ada rasa lebih gitu sama dia! kamu sayang sama dia ya?" Tanya bunda Kayla. "Eh gak kok Bun kita itu cuman sebatas partner belajar aja gak lebih! lagian sebenar nya kita itu gak sedekat yang bunda lihat, kalau setiap ketemu aja pasti debat dulu gak pernah akur," balas Kayla. "Dulu bunda sama ayah juga gitu awalnya gak pernah akur kalau ketemu bawaannya ribut Mulu, tapi setelah waktu berjalan ayah kamu mulai jatuh cinta sama bunda begitupun sebaliknya jadi semula yang benci akan tumbuh cinta," ujar bunda Kayla. "Eh ada apa ini kok ayah disebut-sebut ada kata cinta lagi kamu lagi jatuh cinta ya dek?" kepo ayah yang datang tiba-tiba. "Eh ayah nggak kok! bunda tadi cerita kalau dulu awal pertemuan ayah dan bunda gak pernah akur sampai akhirnya ayah naksir sama bunda," balas Kayla. "Orang dulu yang naksir sama ayah itu bunda duluan kok, kan bunda jatuh cinta sama ketampanan ayah," ujar ayah. "Ayah mah gitu gengsian orang nya hahaha," tawa bunda begitupun dengan Kayla. "Bunda juga," balas ayah Kayla. "Ada apa ini kok pagi-pagi udah heboh kasih tau aku dong! Aku kan juga penasaran," seru bang Rifal. "Gak ada apa-apa ya yah bun," seru kayla. "Iya ini aja deh! o iya dek nanti kamu Abang antar ya?" ujar bang Rifal. "Gak ah gak mau," balas Kayla. "Ayo lah dek Abang soalnya mau pinjem mobil kamu mobil Abang lagi Abang bawa ke bengkel," seru bang Rifal. "Ih udah aku duga pasti ada udang dibalik batu," Ujar kayla. Karena gak mungkin juga kalau Abang nya itu tiba-tiba mau mengantarkan dia ke sekolah, kalau tidak di minta. "Hahaha ya dek," balas bang Rifal. "Hmm," seru kayla. "Nah gitu dong adek Abang yang baik hati," ujar bang Rifal. "Kalau ada mau nya aja lagi muji kalau gak ada mana mau," kesal Kayla. "Hahaha," tawa bang Rifal. "Udah-udah sekarang pada sarapan dulu nanti kesiangan," ujar bunda Kayla. "Iya Bun," balas Kayla. Lalu mereka sarapan bersama setelah selesai makan kayla pamit untuk pergi ke sekolah. "Bang ayo aku udah selesai nanti keburu terlambat," seru kayla. "Iya bentar napa dek punya Abang masih nih," balas bang Rifal. "Buruan dong bang!" seru kayla. "Adek jangan gitu ntar Abang tersedak Lo," ujar bunda Kayla. "Iya tuh," balas bang Rifal. "Abang makannya lama Bun, nanti aku keburu terlambat," ujar Kayla. "Abang juga makannya jangan lama-lama kasian adek nya nanti kalau terlambat," seru bunda Kayla. "Iya Bun udah selesai kok ini" balas bang Rifal. "Yaudah aku pamit dulu ya yah bun assalamualaikum," pamit Kayla. "Abang juga pamit dulu," seru bang Rifal. "Iya hati-hati ya!" balas bunda Kayla. Setelah itu mereka berdua menuju ke garasi rumahnya untuk mengambil mobilnya dan mengendarai nya. "Bang nanti Abang nganterin nya jangan sampai disekolah cukup sampai di warung dekat sekolah aja," Ujar kayla. "Loh kenapa? Abang juga mau cuci mata siapa tau ada yang suka sama abang mu yang tampan ini," seru bang Rifal. "Ih aku serius lah bang! aku gak mau aja kalau nanti dapat omongan yang gak-gak," balas Kayla. "Udah tenang aja kan ada Abang jadi kamu gak perlu khawatir," ujar bang Rifal. "Ih terserah Abang lah capek ngomong sama Abang mah," kesal Kayla. "Yaudah kalau capek jangan ngomong hahaha," ujar bang Rifal. "Hmm," balas Kayla. Namun tak lama kemudian mereka telah sampai disekolah bang Rifal pun segera memarkirkan mobilnya. "Udah bang sampai sini saja oh iya nanti gak usah dijemput oke bay," seru kayla. "Eh bentar-bentar Abang kan mau ngantar kamu sampai didepan kelas takut kamu kenapa-kenapa aja," ujar bang Rifal modus. "Buat apa bang gak perlu disini kan sekolah jadi aku aman gak perlu dianterin juga sampai depan kelas kek anak kecil aja," balas Kayla. "Emang kamu anak kecil kan, walaupun ini disekolah tapi tetap aja kita gak tau semisal habis ini kamu tiba-tiba diculik atau diapain bisa jadi kan," ujar bang Rifal. "Lebay banget sih bang!" seru kayla. "Bodo amat intinya Abang akan Anterin kamu sampai ke kelas kamu titik," seru bang Rifal. "Abang sebenarnya mau cari siapa sih kok ngotot banget!" kesal Kayla. "Hahaha kepo," seru bang Rifal. "Serah Abang deh capek debat terus ujung-ujung nya aku juga yang ngalah," ujar Kayla. "Nah itu tau anak pintar yok jalan Abang antar," seru bang Rifal. Mereka lalu berjalan di koridor sekolah ketika baru beberapa langkah dan benar saja hal yang ditakutkan Kayla terjadi semua murid yang melihat dia pada bergosip ria namun ada juga yang terkagum sama ketampanan abangnya. "Eh itu Kayla sama siapa itu kok ganti lagi bukannya dia kemarin baru sama Azka kok sekarang sama yang lain mana ganteng lagi," seru murid lain. "Iya tuh pake pelet apa sih Kayla? kok bisa dekat sama orang-orang ganteng jadi curiga kan gue," seru murid yang lainnya. "Ih ada Abang ganteng!" seru murid yang terpesona dengan ketampanan bang rifal. "Iya gak kalah ganteng sama Azka," seru temannya. Azka pun merasa tersanjung namun dia juga merasa kesal karena ucapan pedas murid yang menghina adiknya dia memutuskan untuk memberi pelajaran namun tangan dia ditahan oleh Kayla. "Udah bang biarin saja jangan buat ribut disekolah," seru Kayla. "Tapi dia udah kurang ngajar sama Lo dek," kesal bang Rifal. "Udah gak papa biarin aja toh biar capek sendiri kita pergi aja," seru Kayla lalu Kayla menarik Abang nya dan membawanya ke kelasnya. "Udah sampai nih sekarang Abang boleh pergi," seru Kayla. "Yaudah kamu jaga diri baik-baik ya kalau ada yang ngapa-ngapain kamu bilang sama Abang," pinta bang Rifal. "Iya siap bang!" balas Kayla. "Yaudah bay," pamit bang Rifal. Setelah bang Rifal pergi kayla pun masuk kedalam kelas nya. "Pagi guys!" sapa Kayla. "Juga, tumben baru berangkat," balas Sarah. "Eh Lo dianterin siapa tadi kok kayak bicara sama seseorang ?" tanya bela. "Oh itu sama bang Rifal," seru kayla. "Apa? Kok Lo gak bilang sih kalau gue tau kan gue tadi keluar," ujar bela. "Emang kenapa?" Tanya Sarah. "Ya gak papa gue mau minta foto! hahaha abisnya Abang Lo ganteng kayak artis di televisi yang tampan itu," balas bela. " Lo mah pikirannya cuma itu," seru Sarah. "Hahaha," balas bela. Tak lama kemudian bel masuk telah berbunyi dan guru yang mengajar telah masuk Kayla dan teman-teman nya segera bersiap diri untuk mengikuti pelajaran. Saat ini Kayla sedang berada diparkiran sekolah dia menunggu Azka untuk belajar bareng namun tak disangka-sangka tiba-tiba Yasmine dan teman-teman nya datang menghampiri Kayla. "Eh Lo adek kelas yang gak tahu diri udah berapa kali gue bilang Lo jangan pernah deketin Azka! kenapa Lo akhir-akhir ini malah deketin Azka kemarin pake acara berangkat bareng mau Lo apa sih," seru Yasmine. "Heh Lo lagi kan kemarin-kemarin gue juga udah bilang kalau gue sama Azka itu gak ada apa-apa! kita cuman sebatas teman belajar paham" ujar Kayla. "Halah jangan bohong Lo gue tau niat busuk Lo itu," seru Yasmine hendak menampar Kayla namun tangan nya dicekal oleh Azka. "Mau apa lagi Lo hah kan gue udah bilang sama Lo jangan ganggu dia lagi!" tegas Azka. "Ih kok kamu gitu sih " seru Yasmine. "Kalau Lo gak mau dibalas jangan buat ulah mangkanya sekarang Lo pergi" bentak azka lalu mereka bertiga pun pergi. "Lo gak papa kan?" Tanya Azka. "Gak! o iya hari ini kita ada jadwal belajar bareng kan? Mau belajar dimana?" Tanya kayla. "Dirumah gue aja," balas Azka. "Oke yaudah yok," seru Kayla lalu naik ke motor Azka dan Azka pun melajukan motornya membelah jalanan kota Jakarta. Ketika sedang berada dijalan tiba-tiba hp Azka berbunyi dan Azka memutuskan untuk berhenti sejenak untuk mengangkat telponnya. "Hallo gimana bi?" Tanya Azka pada pembantu dirumahnya. "Anu den itu ibu," balas pembantu Azka. "Anu apa bi kalau ngomong itu yang jelas," kesal Azka. "Bapak lagi ada disini dan sekarang lagi ribut sama ibu," ujar pembantu Azka sembari terbata-bata. "Apa? s**l" Azka lalu mematikan teleponnya lalu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan membuat Kayla takut dan refleks memeluk tubuh Azka. Kelihatannya Azka sedang marah dan Kayla hanya bisa diam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN