Hari ini hari Senin saatnya semua murid bersekolah kembali setelah melewati libur sekolah. Dan itu momen yang sangat tidak disukai oleh para murid karena hari Senin adalah hari dimana semua murid harus datang lebih awal ke sekolah untuk mengikuti upacara bendera, toh mereka juga masih belum puas liburan nya.
"Ma dasi aku mana?" Tanya Azka.
"Itu ada di lemari kamu disamping baju-baju! Oh ya tumben kamu pake dasi biasanya juga gak pernah tuh," seru mama Azka .
"Lagi gak mood kena omel aja, bosen juga harus kena hukum suruh lari lapangan," balas Azka.
"O kirain kamu mau berubah jadi lebih disiplin," Ujar mama Azka.
"Besok gampang lah ma hahaha," seru azka. Lalu pergi mengambil dasinya.
"Azka azka" balas mamanya Azka Sembari menggelengkan kepalanya, lalu melanjutkan kembali memasaknya. Tak lama kemudian Azka kembali lagi menghampiri mamanya dengan seragam yang rapi serta mengenakan dasi.
"Ma gimana?" Tanya Azka pada mamanya.
"Duh anak mama ganteng banget! Nah gini dong dari kemarin kan kalau dilihat nyaman," ujar mama Azka.
"Iya deh ma," balas Azka.
"Yaudah sekarang sarapan dulu mama udah siapin makanan dan minuman buat kamu," seru Mama Azka.
"Iya ma," balas Azka lalu mengambil sarapan yang telah disediakan oleh mamanya.
Saat ini Kayla sedang berdandan cantik untuk pergi ke sekolah entah kenapa dia akhir-akhir ini bangun lebih awal dan tidak pernah telat untuk pergi ke sekolah.
"Semua udah siap apa ya yang kurang?" Tanya kayla pada dirinya sembari melihat dirinya didepan cermin.
"Oh iya belum pakai parfum hampir saja kelupaan kan," ujar Kayla lalu menyemprotkan parfum ke seragam sekolah yang dia kenakan.
"Emm udah wangi nih! sekarang saatnya untuk pergi ke sekolah," seru kayla lalu menentang tasnya kemudian turun menuju ruang makan.
"Pagi bunda ayah Abang!" sapa Kayla.
"Pagi juga sayang tumben ceria amat hari ini ada apa sih dek?" seru ayah kayla.
"Gak ada apa-apa kok yah emang moodnya lagi baik aja," balas Kayla.
"Halah palingan juga mau ketemu sama pacarnya," ujar bang Rifal memanasi.
"Dih sok tau banget sih bang!" seru kayla kesal.
"Emang benar kan yang Abang bilang, tuh yah bun Kayla masih kecil udah pacar-pacaran," ucap bang rifal.
"Gak kok yah bun! Abang aja yang suka mengada-ada, jangan dengerin yang Abang bilang karena itu semua gak bener," kesal Kayla.
"Udah-udah! Abang sehari aja gak usil sama adiknya kenapa sih?" ujar bundanya.
"Iya tuh Bun marahin aja tuh Abang!" seru kayla.
"Udah dek, oh iya ayah pesan sama kamu kalau bisa kamu jangan pacaran dulu! Kamu harus fokus sekolah terlebih dahulu dan kalaupun kamu memang mau pacaran nanti kamu sebisa mungkin harus bisa membagi waktunya,," pinta ayah.
"Iya deh pa," balas Kayla.
"Hahahaha," tawa bang Rifal.
"Apaan sih bang gak ada yang lucu juga ngapain ketawa!" kesal Kayla.
"Abang adek udah! sekarang waktunya sarapan dulu nanti kalian keburu terlambat," pinta bunda.
"Iya Bun," ucap mereka lalu melanjutkan sarapan nya.
"Kayla sudah selesai sarapan nih, kalau gitu kalau pamit dulu ya assalamualaikum," seru kayla lalu mencium tangan ayah dan bunda nya.
"Iya sayang hati-hati dijalan ya," balas bunda Kayla.
"Iya Bun," ucap Kayla.
"Iya dek hati-hati dijalan ya jangan nakal disekolah dan yang penting patuh sama guru ya jangan ngelawan!" pesan ayah.
"Siap ayah," balas Kayla lalu pergi menuju ke garasi rumahnya. Hari ini kayla pergi ke sekolah dengan mengendarai motor metik pemberian ayahnya dulu waktu ulang tahun yang ke 17, sudah lama dia tidak menggunakan nya. Kayla pun mengendarai motor nya dengan lihai sembari menikmati indahnya jalanan kota Jakarta di pagi hari.
"Enak juga ya ke sekolah pakai motor sambil menikmati udara pagi hari dan pemandangan disekitar dan yang paling penting lagi tidak terjebak dalam kemacetan," seru Kayla. Namun ketika sedang mengendarai motor nya tiba-tiba dia melihat Azka sedang berada dipinggir jalan dan mengotak Atik motornya kayla pun memutuskan untuk menghampiri Azka.
"Eh Lo ngapain lu disitu bukannya berangkat ke sekolah?" Tanya kayla turun dari motornya.
"Gak papa," balas Azka.
"Yakin lo? Jangan-jangan motor Lo mati ya?" Tanya kayla.
"Hmm dah tau pake tanya!" kesal Azka.
"Ya mohon maaf, yaudah gimana kalau Lo bareng gue aja," seru Kayla.
"Gak usah gue udah nelpon orang bengkel! mereka sebentar lagi akan kesini," balas Azka.
"Kelamaan keburu Lo nanti terlambat, toh ini juga bentuk terimakasih gue sama Lo karena kemarin Lo udah nganterin gue pulang jadi jangan GR Lo," ujar Kayla.
"Gue gak minta imbalan dari Lo," seru Azka.
"Iya gue tau Lo nolongin gue ikhlas kan tapi gue gak mau aja punya hutang Budi sama Lo! jadi Lo mau ya berangkat sama gue? oke nih kuncinya dan Lo yang depan," paksa Kayla sambil mendorong Azka menuju motor nya.
"Ayo cepetan keburu terlambat kita, gue gak mau dihukum," seru kayla.
"Bawel amat sih Lo," kesal Azka.
"Ih biarin!" balas Kayla lalu Azka melajukan motornya dan mereka pun berangkat bareng ke sekolah. Setelah sampai disekolah semua murid pada heboh melihat kejadian tadi jarang sekali seorang Azka memboncengkan cewek! itu merupakan kejadian yang langka bagian mereka dan mereka pun mengabadikan momen tersebut selain itu banyak juga murid yang patah hati karena idolanya sekarang udah ada yang punya.
"Duh my prince gue kok sama dia! sih patah hati ini," seru salah satu murid. Namun tak banyak juga dari mereka yang malah menghujat Kayla.
"Ih dasar cewek gatel! pasti dia yang deketin pangeran gue kan? gak mungkin kalau Azka yang deketin dia secara Kan Azka orang nya anti sama cewek," seru murid lain. Namun itu tak sengaja di dengar oleh Azka dan membuat Azka geram dia tidak suka jika mendengar seseorang merendahkan orang lain tanpa ada bukti yang jelas apalagi itu di depan umum.
"Lo bilang apa?" Bentak Azka pada murid tadi.
"Sekali lagi gue dengar Lo bicara itu, siap-siap aja Lo berhadapan sama gue paham!" tegas Azka dan itu membuat semua murid yang ada disana pada ketakutan karena ini pertama kalinya mereka melihat Azka marah.
"Maaf ka," ucap murid tadi. Kayla yang sedari tadi dibelakang Azka melihat murid itu ketakutan akhirnya memutuskan untuk mengajak pergi azka.
"Udah ka kasihan dia! lebih baik kita pergi dari sini," seru Kayla lalu menarik tangan Azka dan membawanya pergi.
"Ngapain sih Lo ladenin segala? kan gak penting juga kan," seru kayla, setelah mereka berhasil pergi dari tempat itu.
"Ya gue gak suka kalau ada orang bicara sembarangan tapi tidak itu ada buktinya!" balas Azka masih tersulut emosi.
"Yaudah lah biarin aja, toh kan yang dosa mereka bukan kita, kita cukup tutup telinga dan gak usah dengerin yang sekiranya tidak penting," ujar Kayla.
"Serah Lo deh!" balas Azka lalu pergi meninggalkan kayla.
"Ih dibilangin juga malah pergi, itu anak emang ya bener-bener bikin emosi gue aja," kesal kayla lalu berjalan menuju ke kelasnya.
"Tes tes tes diumumkan kepada seluruh siswa untuk segera berkumpul di lapangan karena upacara bendera akan segera dimulai" seru Bu guru.
"Lah baru juga sampai belum sempat duduk juga udah disuruh ke lapangan aja ih," kesal Kayla.
"Yaudah lah Kay yuk kita ke sana keburu terlambat nanti kena hukuman lagi," ujar bela.
"Bentar gue ambil topi gue dulu," seru kayla.
"Yaudah kita tunggu diluar ya!" ujar Sarah.
"Siap," balas Kayla. Kayla segera mengambil topinya setelah itu dia segera bergegas menuju ke lapangan untuk upacara.
"Ayo guys!" ajak Kayla.
"Udah lo?" Tanya Sarah.
"Udah kok nih!" balas Kayla sembari menunjuk kan topi nya.
"Yaudah kalau begitu yuk," seru bela lalu mereka menuju ke lapangan.
Sesampainya di lapangan semua murid telah berbaris rapi sesuai barisan masing-masing Kayla dan teman-teman segera menyesuaikan barisannya.
"Ok upacara akan segera dimulai bapak mohon kalian semua berbaris dengan tertib dan disiplin jika nanti ada yang main-main bapak tidak akan segan-segan menarik kalian kedepan paham?" Seru kepala sekolah didepan barisan.
"Paham pak!" ucap semua murid serentak. Setelah itu upacara pun dimulai dan berjalan dengan hikmat, setelah selesai semua murid menuju ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
"Heh panas juga ya?" seru bela sambil duduk dibangku nya.
"Dih gitu aja ngeluh! pahlawan yang rela berjuang demi negara kita dan mereka rela mati aja tidak pada ngeluh Lo cuman disuruh berdiri ikut upacara gak sampai 1 jam aja udah seperti itu," omel Sarah.
"Ya gak gitu juga sih, tapi kan gue cuman bilang kalau panas bukannya ngeluh," seru bela.
"Ya itu sama aja kali!" balas Sarah.
"Ih udah-udah kebiasaan deh berantem Mulu," ujar Kayla.
"Dia yang mulai duluan Kay," pinta bela.
"Dih apaan orang Lo duluan," seru Sarah tak mau kalah.
"Udah-udah kalian itu temen! Lo kenapa pada berantem terus gak pada capek apa ya? Kalau kalian berantem terus cuman gara-gara masalah sepele bisa-bisa persahabatan kita hancur! Lo pada emang mau? kalau mau sih silahkan kalian berantem terus," ujar Kayla.
"Ih kok gitu sih Kay gue udah nyaman sama kalian dan gue gak mau pisah sama kalian, jadi jangan bilang begitu dong!" seru Sarah.
"Yaudah kalau gitu jangan berantem Mulu, capek aku dengerin nya," jelas kayla.
"Yaudah deh iya aku minta maaf bel soal tadi," pinta Sarah.
"Iya gue maafin! gue juga minta maaf ya Sar," balas bela.
"Yaudah deh iya," ujar Sarah.
"Nah kan kalau gini enak dilihat damai terus," seru kayla. Mereka pun kemudian tertawa namun lirih takutnya nanti ketahuan sama kepala sekolah dan akan kena hukuman.