Hari ini Kayla pergi ke sekolah karena hari ini masa hukumannya sudah berakhir.
"Alhamdulillah akhirnya bisa sekolah lagi bosen juga dirumah Mulu! ya walaupun bisa nonton film sepuasnya tapi ternyata lebih enak sekolah ramai kalau dirumah sepi," ujar kayla Kemudian masuk ke dalam kelas.
"Hay guys apa kabar gue kangen sama kalian!" Seru kayla lalu menghampiri Sarah dan bela.
"Hai Kay Lo apa kabar? kita juga kangen sama Lo! kelas jadi sepi tau kalau gak ada elo," balas Bella.
"Bisa aja Lo oh iya ada tugas gak kemarin," tanya Kayla.
"Gak ada kok Kay cuman suruh mempelajari dibuku paket karna mungkin nanti kalau besok ada ulangan," balas Sarah.
"Kok Lo pada gak bilang sama gue sih kan kalau tau gitu semalam gue belajar, mana gue belum ada persiapan untuk ulangan lagi," ujar Kayla.
"Halah Lo mah sok gitu kay kan Lo udah pinter tanpa Lo belajar pun pasti nanti nilainya juga bagus," jelas Bella.
"Iya tuh Kay," seru Sarah.
"Bukannya gitu tapi kan nanti kalau tiba-tiba soalnya berubah gimana?" ujar Kayla.
"Mana ada soal nya kan diambil dari mata pelajaran yang diberikan guru gak mungkin kalau diluar itu," ucap Bella.
"Ya juga ya," balas Kayla.
"La itu Lo tau, sekarang jangan terlalu pikiran soal ulangan itu jadi orang harus santai kayak kita gitu dong mau ulangan aja gak ada persiapan yang terpenting bagi kita itu elo Kay," seru Sarah.
"Yaya gue tau maksud kalian itu apa!" seru kayla.
"Hahaha nah itu Lo tau," ujar bela.
Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. Guru yang ingin mengajar ke kelas Kayla pun telah memasuki kelas Kayla. Dan benar saja hari ini kelas mereka diadakan ulangan dan siap gak siap Kayla harus siap.
"Oke anak-anak hari ini kita akan melaksanakan ulangan maka dari itu ibu harap kalian sudah mempersiapkan semuanya dan ibu juga mohon untuk buku catatan ditumpuk di depan!" seru Bu guru.
"Alah Bu kok ditumpuk sih," protes siswa lain.
"Gak ada penolakan jika ada yang gak mau mengikuti peraturan silahkan boleh keluar dan kamu kayla silahkan kumpulkan buku-buku teman mu dan bawa kesini!" seru Bu guru.
" Baik Bu," balas kayla. Kayla pun berdiri dari bangkunya kemudian mulai berjalan ke arah bangku teman-temannya setelah itu mengumpulkan didepan.
"Ini Bu!" serah kayla.
"Oh iya Kay terimakasih, ibu juga sekalian minta tolong sama kamu buat bagiin lembar soal dan jawaban ini kepada teman kamu," pinta Bu guru.
"Baik Bu akan kayla bagikan!" balas Kayla kemudian mengambil lembar soal dan jawaban lalu membagikan nya kepada teman- temannya.
"Oke kalian semua udah menerima lembar soal dan jawaban kan sekarang kita akan mulai dan ibu akan beri waktu kalian 1 jam untuk mengerjakan nya dan satu hal lagi jika nanti ada yang berbuat curang maka ibu tidak segan-segan akan mengeluarkan kalian dari kelas dan ibu akan kasih nilai 0 paham!" ujar Bu guru.
"Baik Bu," mereka pun kemudian mengerjakan. Di sela-sela mengerjakan tes bela mengalami kesulitan dan berusaha bertanya sama teman-teman nya termasuk sama Kayla.
"Kay no 10-15 apa?" bisik bela.
"Ha?" Tanya kayla karena tidak mendengar apa yang dikatakan bela.
"No 10-15 apa?" bisik Kayla namun ketahuan sama guru.
"Hem bela kamu ngapain, jangan sekali-kali kamu tanya sama Kayla apa kamu mau ibu keluar kan dari sini dan dapat nilai 0," ujar Bu guru tiba-tiba sehingga membuat bela terkejut.
"Eh enggak kok Bu," bohong bela.
"Kerjakan sendiri jangan nyontek!" seru Bu guru.
"Iya Bu," balas bela.
1 jam telah berlalu dan semua murid harus mengumpulkan lembar soal beserta lembar jawaban nya.
"Oke waktu sudah habis sekarang semua kumpulan didepan!" ucap Bu guru.
"Tapi Bu saya belum selesai," ujar Sarah.
"Gak ada tapi-tapian ibu sudah bilang dari awal waktu hanya 1 jam dan kalian harus pintar-pintar memanfaatkan waktu tertentu," balas Bu guru.
"Iya deh Bu," seru Sarah.
"Jawab asal aja Sar gue aja jawab nya asal dari pada nanti gak ke isi," saran bela.
"Iya deh," balas Sarah. Mereka pun kemudian mengumpulkan semua lembar soal dan jawaban ke depan setelah itu kembali lagi ke bangku masing-masing.
"Oke jam pelajaran ibu sudah habis terimakasih untuk kalian semua sampai ketemu dilain waktu wassalamu'alaikum wr wb" seru Bu guru.
"Iya Bu waalaikumussalam" balas murid-murid. Kemudian guru tersebut meninggal kan kelas Kayla.
"Kenapa tadi pake ketahuan sih kan jadinya gue ngarang ngisinya," kesal bela.
"Iya mah gue juga tadi masih banyak yang belum diisi tapi waktu nya keburu abis yaudah deh gue isi asal aja," ujar Sarah.
"Kalian pada kenapa pada gak belajar coba?" seru kayla.
"La gimana mau belajar coba orang belajar sama gak belajar nanti juga hasilnya sama aja gak pernah ada yang nyangkut dipikiran gue kalau belajar, Lo mah enak Kay punya otak yang encer gak belajar aja bisa ngerjain dengan tenang apalagi kalau Lo tadi belajar toh palingan juga cuman butuh waktu beberapa menit doang untuk menyelesaikan nya" ujar bela.
"Betul tuh kasih kita tips dong Kay biar otak kita encer kek elu," seru Sarah.
"Ya gimana orang gue juga gak tau mungkin udah dari Sononya lagian nanti kalau gue kasih tips suruh belajar pasti kalian gak mau kan sama juga sia-sia," balas Kayla.
"Ya juga sih hahaha," seru bela.
"Tuh kan!" ujar Kayla.
"Eh pak guru udah datang Sekarang baik ketempat kalian dan diam nanti kena omel," teriak ketua kelas dari pintu kemudian murid-murid pun kembali ke bangku masing-masing dan duduk diam. Tak lama kemudian pak guru tersebut pun memasuki kelas.
"Pagi anak-anak!" sapa pak guru.
"Pagi juga pak!" jawab murid-murid.
"Oh iya hari ini kita akan mempelajari tentang sejarah Indonesia untuk itu saya mohon yang piket hari ini untuk pinjam buku paket di perpustakaan," ujar pak guru.
"Baik pak, oh iya Kay Lo kan tadi belum piket kelas sekarang giliran elo yang ambil bukunya!" ujar ketua kelas.
"La kok gue sendirian sih sama yang lain Napa!" seru kayla.
"Mereka semua udah pada piket tinggal Lo aja yang belum lagian bukunya cuman sedikit kok," seru ketua kelas.
"Yaya gue ambil," balas Kayla. Kayla pun menuju ke perpustakaan sendiri. Disepanjang koridor hanya ada beberapa murid yang berlalu lalang karena sekarang belum waktunya untuk istirahat.
"Kenapa harus gue mulu juga," kesal Kayla dan tanpa sengaja mata Kayla melihat sosok Azka yang sedang mendribell bola basket di lapangan. Hari ini kelas Azka sedang ada mapel olahraga dan kebetulan temanya basket.
"Eh itu cowok tengil kan dia jago juga ya main basket nya!" puji Kayla tak sadar.
"Eh kok lu jadi muji dia sih yang ada nanti dia yang pede lebih baik gue cepet-cepet ke perpus Des dari pada kelamaan nanti bisa-bisa kena marah lagi," seru kayla kemudian bergegas menuju ke perpustakaan. Setelah sampai Kayla segera mencari keberadaan buku tersebut.
"Assalamualaikum Bu maaf Bu saya mau mencari buku paket sejarah kelas 11 itu ada disebelah mana ya?" tanya kayla kepada petugas perpustakaan.
"Oh itu ada disebelah kanan disamping majalah," balas petugas perpustakaan.
"Kalau gitu terimakasih Bu!" seru kayla kemudian menuju ketempat tersebut dan mengambil beberapa buku yang dibutuhkan.
"Bu ini saya sudah menemukan dan saya mau meminjam buku ini sebanyak 30 buku," pinta Kayla.
"Baik kalau gitu sekarang kamu mengisi buku pinjam ini!" seru petugas perpustakaan.
"Baik Bu," Kayla menulis buku pinjam perpus tersebut setelah itu menyerahkan kepada petugas perpustakaan.
"Udah ini Bu kalau gitu saya pergi dulu," pinta Kayla.
"Kamu bisa bawanya gak dek kalau gak bisa kamu minta tolong sama temanmu lagian itu juga berat kan!" seru petugas perpustakaan.
"Bisa kok saya Bu," balas Kayla.
"Yaudah kalau gitu hati-hati!" ucap petugas perpustakaan. Kayla pun lalu bergegas menuju kelasnya karena teman-teman nya mungkin udah menunggu nya.
"Lama kelamaan kok berat juga ya tau gini tadi gue minta bantuan dulu sama yang lain, kalau udah kayak gini gimana dong mana gak ada orang yang lewat lagi ya kali gue harus minta tolong sama anak-anak yang lagi basket itu kan gak mungkin lagian mereka juga kan kakak kelas masak adek kelas nyuruh-nyuruh Kaka kelasnya yang ada nanti gue yang diejek," seru kayla keberatan. Ketika Kayla sedang berjalan tiba-tiba brug sebuah bola basket menghantam kepala Kayla dan itu membuat Kayla oleng dan tak tak sadarkan diri. Beberapa siswa yang memakai baju basket kemudian menghampiri Kayla.
" Eh itu cewek pingsan gimana nih?" ujar salah satu dari mereka.
"Bawa ke UKS aja, ka cepetan angkat kan kamu yang buat dia pingsan!" seru Dimas
"Iya-iya," seru Azka kemudian membopong Kayla menuju ke UKS.
"Kalau bukan tadi ada guru dan anak-anak lainnya mana mau gue bawa nih cewek mana berat lagi," ujar Azka. Tak lama kemudian Azka sampai diruang UKS dan segera menidurkan Kayla diatas ranjang UKS.
"Dok tolongin cewek ini dia tadi pingsan habis kena bola basket!" ucap Azka pada dokter yang berada di UKS.
"Baik kalau begitu saya akan periksa dulu silahkan tunggu diluar," pinta dokter tersebut.
"Baik dok," Azka lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Semoga cewek itu tidak kenapa-kenapa lah nanti bisa-bisa gue kena hukuman lagi, seru Azka. Kemudian datanglah bela dan Sarah ke ruang UKS untuk mengetahui kondisi Kayla.
"Maaf permisi apakah Kakak yang menolong Kayla?" tanya bela.
"Ya," balas Azka dingin.
"Kalau boleh tau gimana keadaan nya sekarang?" Tanya bela.
"Lagi di tanganin sama dokter! kalian temannya kan kalau gitu gue pergi dulu," ucap Azka Kemudian pergi.
"Tuh cowok kok dingin banget ya kek es batu aja!" ujar bela.
"Iya tuh mending kita kedalam aja yuk gue mau tau keadaan Kayla," ucap Sarah kemudian masuk ke dalam lalu diikuti bela.
"Eh Kay gimana keadaan Lo sekarang?" Tanya Sarah pada kayla yang sudah sadar.
"Gue gapapa kok cuman sedikit pusing, oh iya kok kalian tau gue ada disini?" Seru kayla.
"Tadi elo kan ambil bukunya lama terus sama pak guru suruh menyusul elo lalu ada kakak kelas yang memberi tau kita kalau Lo pingsan kena bola dan dibawa kesini mangkanya kita buru-buru kesini," jelas Sarah.
"Oalah gue gak papa kok! segitunya kalian sama gue sayang deh sama kalian," seru Kayla memeluk mereka.
"Uuu sayang juga sama Lo!" balas bela.
"Semoga kita gini terus ya sampai maut memisahkan nanti," ujar Kayla.
"Amiin," balas Sarah.