“Jangan lupa sarapan.” Walaupun di dalam kertas itu tidak dituliskan siapa penulisnya, tapi Ganesha tahu siapa yang menulis pesan singkat yang berhasil membuat hatinya mendadak hangat. Seulas senyum tersungging tanpa ia sadari. Sarapan sederhana, pesan singkat yang ditulis dengan gaya kaku bisa membuatnya merasa lebih baik. Ia seperti mendapatkan kekuatan baru. Pelan-pelan Ganesha menggigit ujung roti selai cokelatnya. Segelas s**u hangat yang sudah dingin ia teguk hingga tersisa setengah gelas. Roti ini rasanya payah. Susunya juga. Kenapa rasanya sangat tawar? Gerutunya sambil terus menggigiti rotinya hingga tanpa sisa. Selesai menghabiskan roti dan susunya, Ganesha kembali memandangi kertas di tangannya. Pesan itu ditulis tidak lebih dari tiga kata. “Jangan lupa sarapan.” Tidak ada

