Tubuh kecil Ganesha meringkuk di pojok kamar dekat meja di samping ranjangnya yang kosong. Kepalanya ia tenggelamkan di kedua lututnya yang saling mengapit. Tangannya gemetaran menyentuh atas kepalanya. Diam-diam bocah lelaki itu terisak kecil. Berusaha meluapkan rasa sakit di d**a yang terus menyerang. Ganesha tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Hanya saja dadanya terasa sesak seolah adalah tempat paling terkecil di dunia dan diisi banyak ribuan orang. Dipaksa masuk ke dalam tempat itu padahal jelas tidak akan bisa. Ganesha terus mencari rasa itu, apa yang membuatnya seperti ini. Apa? Rasa bersalah. Dua kata itu tidak pernah lepas mengisi kepalanya, mendesak masuk lalu menyerang sepasang telinganya. Ganesha memeluk dirinya sendiri. Erat. Seperti menenangkan diri sendiri dari r

