Melihat Wajahnya Pun Tak Sanggup

1291 Kata

Ketika sepasang mata lelahnya terbuka. Wajah pertama yang ia lihat adalah wajah Ario. Lelaki itu tidur menghadap ke arahnya sambil tersenyum hangat kepadanya. Air mata Sachi jatuh. Ia memejamkan matanya sambil terisak-isak. Ia bisa merasakan jari-jari Ario meraba wajahnya, kemudian mengusap pipinya dengan lembut. “Apa yang kamu tangisin?” tanya Ario sembari tersenyum kecil. Ia mengusap setiap air mata yang turun di pipi Sachi. “Kamu udah terlalu banyak ngeluarin air mata. Aku nggak suka lihat kamu nangis.” Sachi tergugu keras. Bahunya bergetar hebat. “Kamu harus tetap kuat. Ada aku, atau tanpa adanya aku. Aku yakin kamu bisa,” Ario mencubit hidungnya. Lelaki itu tersenyum lebar. Setetes cairan bening mengalir melewati hidung mancungnya. Hatinya seperti dihujam ribuan belati. Dadany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN