Jalanan itu sepi dan gelap. Tidak ada siapa pun kecuali dirinya. Entah mendapat dorongan dari mana, ia ingin berlari seolah dipaksa mencari sesuatu. Ia terus berlari tanpa tahu alasan yang pasti. Apa yang sedang ia cari di sini? Tempat ini sangat asing. Tidak ada penghuni selain dirinya. Ada dorongan yang menyuruhnya untuk berlari tanpa bisa berhenti. Dadanya seperti dihantam sesuatu yang keras. Butiran keringat mengucur dari keningnya. Sampai suara ledakan keras membuat Gino terpaksa berhenti. Gino memandangi bus itu tanpa ekspresi. Dari kaca bus yang terlihat samar karena dipenuhi asap, ia melihat seorang perempuan berdiri sembari menatapnya sedih. Satu tangan perempuan itu menempel ke kaca bus, pandangan matanya sayuh. Gino tidak mengenali wajah perempuan itu. Tapi hatinya mendada

