Bukan Cerminan Masa Lalu

1967 Kata

Gino berjalan sempoyongan. Ia masuk ke dalam rumah sembari memijat keningnya pelan-pelan. Sepasang matanya menyipit. Jari-jarinya bergerak membuka kancing-kancing kemejanya. Ia duduk di kursi makan lalu mengambil gelas kosong dan menuangkan air dingin. Gino meneguknya perlahan. Pikirannya melayang, saking fokusnya dengan isi kepalanya, Gino tidak menyadari kalau gelasnya sudah kosong. “Tak” Tanpa sengaja, giginya bertabrakan dengan ujung gelas agak keras. Gino tersentak buru-buru menarik gelas tersebut kemudian ia letakkan di atas meja. Helaan napas panjang Gino terdengar jelas, ia menyandarkan punggungnya ke kepala kursi. Matanya menerawang, otaknya diperas untuk memecahkan misteri keberadaan Alizeh, dan siapa Kaia. Apa keduanya saling berhubungan? Atau, jangan-jangan... mereka orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN