Wanita berusia lanjut itu termenung di depan jendela kamar. Matanya memperhatikan sepasang anak dan ayah yang sedang bersenang-senang di taman belakang. Dia meneteskan airmata membuat tangannya bergerak untuk mengusap wajah, menghapus sisa-sisa bulir airmata yang masih membekas pada wajahnya. Nieve menarik napas panjang lalu tersenyum masam. Membayangkan jika kebahagiaan Lionello di luar dugaannya. Ya, semenjak kepergian Violetta membuat Nieve berpikir jika mungkin putranya tidak dapat bahagia lagi, terlebih pria itu sudah menutup hatinya cukup lama. Sesuatu yang mengganggu pikirannya tidaklah menjadi nyata membuat Nieve merasa lega. Ini memang bukan kali pertama menyaksikan kebersamaan Lionello dengan Estefanía, tapi ini adalah kebahagiaan pertama yang mereka bawa ke dalam rumah yang

