"Aku ingin pergi ke sana lebih dulu," gumam Gustavo. "Tidak masalah," balas Lionello. "Kau bisa pergi jika ingin," sambungnya. "Terima kasih." "Kau bisa memakai mobil yang ada di sini." Lalu pandangan Lionello tertuju ke arah kaki Gustavo. "Apa kakimu bisa untuk mengendarai mobil?" "Aku sudah tidak apa-apa." Lionello masih memperhatikan Gustavo. Lalu menghela napas pelan. Gustavo tampak berubah. Pria itu kini bersikap lebih dingin dibanding dirinya. Entah apa yang sudah dilaluinya selama lebih dari sepuluh tahun tersebut. Lionello benar-benar tidak pernah mendengar kabar apapun tentang Gustavo sejak kepergian pria itu. "Apa hubunganmu dengan kakak kandungnya Vio … baik-baik saja?" tanya Gustavo. "Ya. Hubungan kami membaik. Dia bahkan banyak membantuku." "Kau sudah meninggal

