Lucinda tiba di kafe sekitar pukul satu siang. Dia memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Setelah mematikan mesin mobil, Lucinda segera melangkah keluar. Pandangan matanya tertuju pada kafe milik Lionello. Dari luar terlihat jika kafe sudah tampak rapi meskipun ditutup. Sepertinya Lionello sengaja tidak membuka kafe. Lucinda menghela napas panjang mengingat Lionello tidak mengatakan sebelumnya kalau pria itu akan menutup kafenya. Tanpa ada niat untuk mendekat ke arah kafe, Lucinda mengambil ponsel dari dalam tas. Dia mencoba menghubungi Lionello untuk menanyakan keberadaan pria itu sebelum pergi ke apartemen. "Sí." Lucinda mendengar suara Lionello menjawab panggilan teleponnya. "Kau ada di mana? Aku sedang ada di depan kafe," tanya Lucinda. "Maaf aku lupa mengatakannya padamu kalau

