Bab 16. Kesepakatan Keluarga

1399 Kata

Ada banyak pasang mata yang kini menyorot Ranum. Membuat gugup yang sempat meluruh. Kini kembali mengerubunginya. Seolah bisa menangkap ketidak nyamanan wanita yang duduk di sampingnya, Damar yang duduk bersila, sengaja berdeham-deham cukup keras. Demi mencuri atensi keluarganya yang sedari tadi tersedot pada Ranum. "Ini kenapa malah melototi Ranum semua? Kan kasihan bikin takut." Kekehnya berusaha mengurai ketegangan. "Ck! Siapa yang melototi?" elak Sintia. "Mama tuh nunggu papa kamu ngomong duluan. Malah ikut diem-dieman." "Loh, kan biasanya Mama yang ambil inisiatif?" "Ya tapi kan Papa yang punya ide datang ke sini." Meringis canggung, pria paruh baya itu menggaruk pelipis. "Iya, sih." Kembali menjatuhkan pandangan pada Ranum. Surya kali ini mencoba berinteraksi dengan wanita yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN