Kilau mentari menerobos masuk melalui celah gorden panjang, seolah menggedor-gedor kelopak matanya. Belinda tidak tau sekarang sudah pukul berapa, yang jelas ia belum berniat untuk bangun. Tubuhnya terasa remuk setelah beberapa kali Thomas menyerangnya semalaman. Belinda bahkan tidak bisa menghitung berapa kali ia mendapatkan pelepasan, sebab pria itu seperti hewan buas yang sedang memuaskan dahaganya. Belinda menggeliat saat merasakan geli di punggungnya. Matanya mengerjap pelan, lalu tersentak kala merasakan ada jari-jari besar bermain di sepanjang punggungnya. Lehernya bergerak, menengok ke belakang. "Kau sudah bangun?" Thomas menyibak selimut yang membungkus tubuh Belinda. Seketika kilat matanya menggelap begitu menyaksikan dengan jelas kulit putih mulus yang terasa begitu halus sa

