Cinta Tak Bermata 84

1264 Kata

"Kalau mau ke kafe, kenapa nggak sekarang aja?" tanya Soni. "Aku ke restoran dulu, Oneng. Kamu pikir aku kamu, bisa tahan sama omelan Papa? Sorry, ya, telingaku terlalu lembut, nggak bisa denger kata-kata kasar." Sonya berbicara dengan nada mengejek, adiknya hanya tertawa melihat tingkah gadis itu. "Ya udah, aku tunggu di kafe. Aku juga akan jelasin semua ke Lusi dulu, biar dia nggak salah paham." Soni dan Sonya kemudian turun bersama. Di ruang keluarga, ada Widuri yang sudah menunggu Soni sejak tadi, ditemani Ruslan yang setia di sampingnya. "Ketemu barangnya, Son?" tanya Widuri. Sonya menuruni tangga sembari menengok dan menatap sang adik, keningnya pun berkerut. Ia bertanya-tanya di dalam hati, adiknya berbohong apa demi menutupi apa yang dilakukannya. Soni bersikap tenang dan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN