Sonya menyeringai. "Awas aja kalo kamu sukses, terus lupa sama aku, aku akan kirim santet ke kamu." Soni memeluk kakaknya, tetapi tak lama karena Sonya merasa risih. "Apaan, sih? Udah, kamu ngomong dulu berapa duit? Semuanya." Soni kemudian menunjukkan postingannya di media sosial sang kekasih. Di mana tidak hanya harga, pada postingan itu juga ditunjukkan kondisi rumah dan mobil Lusi. "Rumah Lusi bagus, sayang banget kalau dijual. Kenapa nggak gadein sertifikatnya aja? Kalian cuma mau renovasi kafe, kan? Atau nggak, aku beli mobilnya, nanti kalau uangnya kurang, aku kasih pinjam deh." Sonya mencoba menawarkan solusi untuk mencegah Soni dan Lusi menjual rumah Lusi. Soni menggeleng. "Itu maunya Lusi. Dia mau beli bangunan yang sekarang jadi kafe kami itu. Dia bilang itu lebih aman, kami

