Lusi datang ke kafe menggunakan jasa ojek. Setibanya ia di kafe, di sana hanya ada Aji, ia sudah tahu itu, menebak kekasihnya mungkin membutuhkan waktu yang tak sebentar. "Soni nggak ada. Aku pikir jemput kamu?" tanya Aji yang berjalan dari arah dapur, membawa secangkir kopi di tangannya. Lusi menggeleng. "Nggak, dia pergi. Enggak tahu ke mana, dia cuma bilang ada urusan penting, nggak tahu juga apa urusannya." Gadis itu duduk di salah satu bangku, disusul Aji yang duduk di depannya. "Mau kopi?" tanya Aji, Lusi menggeleng. "Mas Aji juga nggak tahu Soni pergi ke mana?" tanya Lusi. Aji menggeleng. "Kagak tahu, aku malah nggak tahu dia pergi. Emang apa urusannya sampe dia pergi pagi-pagi betul. Aku ke sini pagi-pagi banget, eh, dianya udah nggak ada. Berarti kan dia pergi pagi banget."

