Keesokan harinya, Lusi dan Soni pergi ke rumah sang pemilik bangunan yang mereka sewa dengan tujuan ingin membeli bangunan itu. Semuanya berjalan dengan lancar, tanpa ada masalah yang serius. Awalnya sang pemilik bangunan menolak untuk menjualnya karena itu adalah bangunan milik bersama yang tak lain adalah warisan. Namun, berkat usaha Lusi dengan semua ucapannya yang pandai merayu itu, sang pemilik akhirnya setuju untuk menjualnya. Yang lebih menyenangkan, mereka bisa membelinya dengan harga di bawah harga pasaran karena kondisi kafe yang sepi. Sang pemilik bangunan memang beberapa kali lewat dan melihat kafe dalam kondisi sepi. Awalnya orang itu sangat penasaran dan merasa heran, kenapa Soni dan Lusi keukeuh ingin membeli bangunan itu jika usaha mereka sepi. Namun, lagi-lagi Lusi menje

