Cinta Tak Bermata 87

1059 Kata

1 bulan kemudian. Kafe sudah hampir selesai direnovasi, sudah mendekati 100 persen. Lusi bahkan sudah memesan perabotan untuk mengisi lantai dua dan lantai 3 dan siap meriasnya secantik mungkin. Lusi berdiri di samping pagar, di lantai 3. "Ini bangunan milikku, kafe milikku, dan bosnya juga milikku," ucap Lusi sembari menatap jalanan yang terlihat dengan jelas dari tempatnya berdiri. Soni yang berdiri di belakang sang kekasih, memeluk gadis itu dari belakang. Pria itu tersenyum senang mendengar ucapan kekasihnya. "Heem, bangunan ini milik kamu, kafe ini milik kamu dan bos kafe ini milik kamu. Semua milik kamu," ucap Soni dengan suara yang terdengar berbisik, tepat di samping telinga Lusi, hal itu sukses membuat gadis itu merasa geli. Malam itu, Lusi dan Soni mengunjungi kafe mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN