Cinta Tak Bermata 42

1021 Kata

*** Lusi sedang menikmati s**u hangat di kafe, sembari menatap ke luar jendela. Gadis berusia 25 tahun itu duduk tepat di samping pintu masuk, di mana ia bisa melihat kondisi di luar kafe dengan sangat jelas karena dindingnya terbuat dari kaca hingga 90 persen. Di luar sedang turun hujan, tetapi hanya gerimis saja, tak sederas seperti tadi malam. Soni duduk tepat di samping sang kekasih. "Mikirin apa?" tanya pemuda tampan itu. Tangan kanannya memegang cangkir putih berisi kopi hitam yang manisnya tak seberapa. "Mikirin apalagi? Tentu aja mikirin Lusi," sahut Lusi dengan suara lirih. Soni mengangguk. "Aku paham kamu masih kepikiran sama dia. Tapi kan kita udah lihat sendiri, ibunya percaya sama dia, milih cerai dari suaminya. Kamu juga udah minta nomor hapenya, tahu alamat rumahnya, kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN