Cinta Tak Bermata 41

1123 Kata

Kedua bola mata ayah tiri Lusi muda itu terlihat memerah seketika. Terdengar suara langkah kaki yang awalnya terdengar pelan, makin lama makin kencang, itu adalah langkah kaki seorang wanita. "Ada apa teriak-teriak?" tanya wanita itu yang seperti tak tahu apa-apa. Lusi, Aji dan Soni terlihat kebingungan, memilih diam terlebih dahulu. "Kenapa teriak-teriak?" tanya wanita itu lagi. Tiba-tiba saja ayah tiri Lusi muda berlutut, dan lalu menangis, tetapi terlalu kentara kalau itu hanyalah sandiwara. "Maafin ayah, Lus. Kemarin ayah khilaf." Pria itu tiba-tiba berlutut di depan anak tirinya. Semua orang yang ada di ruangan itu diam menyaksikan. Lalu, wanita yang diketahui sebagai ibu Lusi muda itu berjalan mendekati sang suami. "Apa maksud kamu?" tanyanya dengan kening yang berkerut. "I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN