Soni turun setelah selesai menunaikan tugasnya sebagai seorang muslim. Pria itu menatap sang kekasih yang salah tingkah karena ulahnya beberapa saat yang lalu. "Oke, waktunya makan siang." Aji keluar dari dapur dengan membawa dua piring berisi nasi goreng. "Hm .... Wangi banget. Makan apa kita siang ini?" tanya Soni yang lalu duduk di bangku yang ada di samping Lusi, pria itu tersenyum ringan melihat kekasihnya yang masih saja salah tingkah. "Nasi goreng spesial, telurnya 2." Aji meletakkan dua piring berisi nasi goreng ke depan Lusi dan Soni. Lalu ia kembali ke dapur untuk mengambil jatahnya. Soni berdeham, mencoba menggoda sang kekasih, tetapi Lusi sama sekali tak menatapnya dan pura-pura tak mendengar. Soni tersenyum semakin lebar. "Butuh es batu?" tanya Soni yang semakin berseman

