Cinta Tak Bermata 32

1106 Kata

Hingga siang menjelang, kafe milik Soni itu masih sepi, belum ada satu pun pengunjung yang datang. Lusi kembali menekuk wajahnya, ia bahkan sudah mengunggah foto di media sosial untuk mempromosikannya. "Aku udah pake tagar banyak-banyak, nggak ada yang nanggepin. Apa hari ini tetep nggak ada yang beli?" Lusi mengeluh dengan suara lirih. "Jangan ngeluh. Kemarin dari pagi sampe matahari terbenam juga nggak ada yang beli. Nyatanya habis magrib langsung 10 orang yang dateng. Kita nggak tahu apa yang akan terjadi nanti, mungkin aja Sung Go Kong sama Cu Pat Kai dateng ke sini. Lelah mencari kitab suci, laper, haus, terus mampir ke sini." Soni mencoba menghibur Lusi. Benar saja, gadis itu terkekeh mendengar candaan sang kekasih. "Kenapa nggak sekalian Dewi Kwan Im kamu suruh mampir ke sini?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN