Cinta Tak Bermata 35

1221 Kata

Angin malam berembus sangat kencang. Pohon-pohon yang ada di pinggir jalan bergerak seirama dengan embusan angin. Lusi berdiri di depan pintu, menatap ke jalanan yang ramai lalu-lalang kendaraan lewat. "Kayaknya mau hujan," ucap Lusi dengan mimik wajah yang tampak kecewa. "Iya, anginnya kenceng banget." Soni duduk di dekat Lusi berdiri. "Padahal belum ada jam 8, kalo hujan pasti nggak ada yang beli," ucap Lusi lagi. "Hari ini lumayan rame, bersyukur aja." Lusi menatap sang kekasih, mengedipkan matanya beberapa kali lalu mengangguk. "Iya juga, sih. Pendapatan hari ini lebih banyak dari kemarin. Cuma,-" ucap Lusi terpotong. "Nggak ada cuma-cuma, dapet banyak atau sedikit, kita syukuri, biar berkah." Soni menyela. Lusi tersenyum. "Kalo orang denger, pasti dikira kamu lebih tua dari a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN