Lusi setia menanti wanita itu hingga selesai berganti pakaian. Ia sendiri duduk di sofa yang ada di kamar sang kekasih, menanti dengan perasaan cemas sekaligus penasaran. Kakinya bergerak teratur, layaknya orang gugup pada umumnya. Hingga seorang wanita cantik yang sepertinya seumuran dengan sang kekasih, keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Lusi beranjak dari tempat duduknya, mengambil pengering rambut yang ia bawa dari rumah. "Duduklah, aku bantu keringin rambutmu." Wanita itu duduk di sofa, lalu Lusi membantu mengeringkan rambutnya dengan berdiri. Keduanya sama-sama diam. Lusi memperhatikan leher, pundak, tangan dan kaki. Bagian tubuh wanita itu yang tak tertutupi pakaian ia perhatikan dengan seksama. Lusi masih diam, hingga ia selesai mengeringkan rambut wanita

