Lusi kembali ke kamar Soni, lalu mengajak gadis yang memiliki nama yang sama dengannya itu untuk pulang bersamanya. "Kita pulang ke rumahku aja, ya." Gadis itu tampak kebingungan. "Ini bukan rumah Mbak?" tanyanya dengan suara lirih. Lusi menggeleng. "Kamu lihat pria-pria tadi?" Gadis itu menggeleng. "Salah satunya, yang tinggi, itu yang punya kafe ini. Dia yang tinggal di sini. Rumahku nggak jauh, kok. Kita pulang ke rumahku aja." Lusi berbicara dengan lemah lembut. "Oh, iya. Mbak namanya siapa?" tanya gadis itu. Lusi tersenyum. "Namaku ... nama kita sama. Orang-orang juga panggil aku Lusi. Tapi nama lengkap aku Lusi Fadila." Gadis itu terlihat terkejut dengan pengakuan kekasih Soni itu. "Mbak juga namanya Lusi?" Lusi mengangguk. "Kok bisa," ucap gadis itu dengan wajah yang hamp

