Dengan penuh semangat, Lusi, Soni dan Aji menutup kafe dan lalu memutuskan untuk pergi. Tujuan Soni mengajak kedua orang terdekatnya itu adalah untuk membuat mereka senang, agar tak terlalu pusing memikirkan kondisi kafe mereka yang sepi sejak kemarin. Selain itu, Soni juga ingin menerapkan tips dari ayahnya, yaitu belajar dari kafe lain yang ramai pengunjung. Ketiga orang itu pergi menggunakan mobil milik Lusi. Soni yang menyetir, Aji duduk di samping Soni dan Lusi duduk di bangku belakang. "Ke mana kita pergi?" tanya Aji dengan intonasi yang cukup menghibur, seolah ia adalah pembawa acara yang sedang menghibur banyak penonton. Lusi tersenyum, lalu matanya menatap ke kaca spion, memperhatikan sang kekasih yang baru saja memakai sabuk pengaman. "Kalian maunya ke mana? Aku jabanin deh,"

