Lusi kemudian mencoba mengalihkan topik pembicaraan demi menjaga suasana di antara ia, sang kekasih dan teman kerjanya itu. Ia membahas beberapa kafe lain yang perlu mereka kunjungi karena tak kalah viral dari kafe yang kini mereka kunjungi itu. Hingga kemudian pesanan makanan dan minuman Soni tiba. Ketiga orang itu secara bergantian saling mencicipi makanan di depan mereka. Satu per satu dicoba, dirasakan dan makanan di sana memang cukup enak. "Lumayan, sih. Walaupun menurutmu masih enak masakan Mas Aji," celetuk Lusi. "Sssttt." Soni mencoba memberi isyarat agar kekasihnya tak terlalu lantang dalam mengomentari makanan di sana. Jari telunjuk tangan kanannya ia tempelkan di bibir sang kekasih. Lusi tersenyum. "Maaf." Gadis itu celingukan ke sana ke mari, melihat apakah ada orang lain

