Ruslan cukup terkejut dengan ucapan anak bungsunya itu, ia tak menyangka jalan pikir anaknya tak bisa ia tebak. "Aku seperti ini supaya kamu nggak tersakiti nantinya? Gimana kalau dugaanku bener? Gimana kalau pacar kamu itu cuma mau uang kamu aja? Dia mungkin cuma ngincer harta warisan dariku untuk kamu nantinya." Ruslan masih saja berpikir kalau Lusi tak tulus mencintai anaknya. Widuri sampai dibuat heran oleh kelakuan suaminya itu, wanita itu menggelengkan kepala beberapa kali. "Papa!" "Kalau begitu jangan kasih aku warisan, Pa! Aku nggak butuh warisan dari Papa kalau itu cuma buat kita berkelahi seperti ini. Apa Papa pikir Soni seneng bisa berdebat ngelawan Papa begini? Nggak, Pa! Enggak! Soni sedih, ngerasa bersalah, ngerasa berdosa karena udah ngebentak dan ngomong kasar sama Papa.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


