Tangan Soni memang sakit, ia tak berbohong soal itu. Namun, dengan kesakitan yang ia miliki, ia mencari kesempatan untuk bisa masuk ke kamar gadis yang tak lain adalah kekasihnya. Lusi sendiri merasa kesal karena ia pikir Soni berbohong padanya. Ia juga tak berani mendekati sang kekasih, tak ingin ada hal yang tak ia inginkan terjadi. "Kita keluar aja, kita bicara di luar." Lusi berbicara dengan lugas, menyatakan kalau tempat mereka sekarang bukanlah tempat yang baik untuk mereka berbicara. Dalam kondisi di mana mereka sama-sama sedang kacau, gadis itu ingin membawa Soni keluar dari kamarnya. Soni sebenarnya tak memiliki niat nakal sedikit pun, ia bukan tipe pria yang suka melakukan hal di luar batas. Jadi, ketika sang kekasih sedang gelisah dan mengajaknya keluar dari kamar itu, ia mal

