Ruslan berbicara lugas, mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, tak menutupinya sama sekali. Ia berharap, dengan berbicara jujur seperti itu, apa yang ia inginkan bisa tersampaikan dengan baik pada Soni dan Lusi. Tanpa ia memikirkan apakah kedua sejoli itu akan merasa sakit hati dengan ucapannya atau tidak. Lusi menatap Ruslan dengan mata yang membulat sempurna, tangannya meremas pelan pada pakaiannya sendiri. Merasa gugup sedari tadi, membuatnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Mendapatkan restu dari orang tua sang kekasih, walaupun itu bersyarat, ia sangat bersyukur akan hal itu. Begitu juga dengan Soni, pemuda tampan itu juga merasa senang bukan kepalang karena akhirnya hubungan asmaranya dengan sang kekasih mengantongi restu dari kedua orang tuanya. Ia tak peduli d

