Ruslan melepaskan alat medis yang menempel pada tubuhnya, tentunya dengan meminta tolong pada perawat karena ia ingin makan di luar rumah sakit bersama Soni dan Lusi. Pria tua itu tetap duduk di bangku rodanya, didorong oleh anak bungsunya, melewati lorong-lorong rumah sakit hingga mereka tiba di depan lobi. Sopir pribadi Ruslan sudah menunggu sejak beberapa saat yang lalu, kini mereka semua pergi dari rumah sakit, menuju ke restoran yang lokasinya memang sedikit jauh dari rumah sakit. Sengaja Ruslan memilih restoran mewah, ia ingin menunjukkan pada Soni dan Lusi beberapa hal. "Kalian mau makan apa?" tanya Ruslan setelah ia berhasil duduk di salah satu bangku yang ada di restoran itu. "Yang mau makan kan Papa. Kami masih kenyang," sahut Soni yang sebenarnya merasa gugup tak karuan. L

