Cinta Tak Bermata 44

1005 Kata

*** Malam itu, Soni, Lusi dan Sonya tengah menunggu di depan ruang operasi. Ketiganya hanya diam, tak bersuara sama sekali, mereka sama-sama berdoa untuk keselamatan Widuri. Ya, setelah mengetahui kalau ibunya tak kunjung datang, padahal sudah mengirim pesan akan segera datang menemuinya, Soni mencari keberadaan ibunya hingga ke mana-mana. Sampai ia mendapatkan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Ruslan datang dengan deru napas yang sulit dikendalikan, dengan ditemani anak sulungnya-Sigit. "Ini semua karena kamu! Ini semua terjadi karena kamu! Kamu membawa sial untuk keluargaku!" Ruslan menunjuk Lusi dengan kemarahan yang menggunung. Rasa marah itu bercampur dengan rasa khawatir dan cemas, ia tak ingin kehilangan istri tercintanya. Soni hanya diam, ia tak membalas ayahnya, tak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN