Cinta Tak Bermata 63

1029 Kata

"Son, kita pergi sekarang aja, yuk." Lusi berbicara dengan suara lirih. Tangan gadis itu memegang tangan kanan sang kekasih, walau dari posisinya saat itu. Soni ingin sekali mengabaikan keinginan sang kekasih. Mengingat bagaimana Lusi marah ketika ia adu kekuatan dengan Samuel, Soni tak ingin mengulanginya lagi. Ia tak ingin membuat kekasihnya marah lagi padanya, ia ingin menjaga keharmonisan hubungannya dengan sang kekasih. Itu sebabnya, pemuda itu berniat ingin pergi begitu saja, meninggalkan pria yang kini ada di hadapannya. Aji hanya diam, ia menatap Soni dengan sabar, karena apapun yang akan dilakukan temannya itu tetap akan didukungnya tanpa banyak tanya. “Oke, kita pergi aja dari sini. Nggak perlu kita buang-buang waktu buat orang nggak penting macem dia.” Tanpa menjawab pertanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN