Cinta Tak Bermata 48

1048 Kata

"Aku nggak akan pergi, aku akan temenin Mama sampai Mama bangun. Apalagi di sini ada wanita itu, aku nggak akan bisa tenang, ninggalin Mama di tangan kalian," ucap Ruslan yang tak ingin pergi dari sisi istrinya. "Pa, bisa nggak kita berhenti dulu berantemnya? Mama lagi sakit, kenapa Papa mau kita ribut masalah Soni dan Lusi di sini. Di depan Mama? Gimana kalo Mama denger dan malah jadi beban buat Mama? Papa mau Mama sakit begini terus?" tanya Soni dengan suara yang sangat lirih. "Jaga mulut kamu!" tegas Ruslan yang juga menggunakan suara pelan, tetapi sorot matanya begitu tajam. Ia dan anak bungsunya itu saling bertatapan, menjadi tontonan menegangkan bagi Sonya dan Lusi yang tak bisa mendengar pertikaian itu dari luar ruangan. "Soni ke sini karena Lusi yang minta, dia nggak mau Papa ik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN