"Kok malah pukul aku, sih? Aku tuh lagi rundingan sama kamu, istilah kerennya lagi rapat, briefing." Soni menggosok pelan lengannya sembari menatap sang kekasih dengan kening berkerut. "Rapat macem apa? Mau bikin dosa yang direncanakan?" tanya Lusi yang masih saja kesal pada sang kekasih karena pertanyaan konyol pria itu. "Lucu ya, kan ada tuh pembunuhan berencana. Kalau kita nanti, kehamilan di luar nikah berencana. Jadi segala sesuatunya udah direncanain," ucap Soni sembari menatap langit dengan perasaan sendu. Bibirnya bisa saja tersenyum, tetapi hatinya merasa sakit atas apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Sikap sang ayah membuatnya merasa sakit hati, seolah ia sudah melakukan kesalahan besar di dalam hidupnya. "Apa mencintai perbuatan dosa juga?" tanya Soni dalam hati. "Kam

