Teman Ranjang?

1556 Kata
Hallo guys,thankyou buat kalian yang masih setia nungguin eps selanjunya dan jangan pernah bosan ya sama cerita aku hehe. Happy Reading:) 'Target telah tiba.' Batin marchell. Marchell menyungingkan senyumnya samar kala melihat miranda yang malam ini benar-benar menarik perhatian laki-laki diclub itu.mereka menatap miranda dengan tatapan haus,seolah mereka sudah siap akan menyantap miranda diranjangnya. "Bella!"teriak cris yang melihat bella yang sedang bingung mencari tempat duduk untuknya dan miranda. Bella yang mendengar dirinya terpanggil langsung menoleh ke aras cris dan langsung menghampiri cris,tak lupa ia juga mengajak miranda untuk ikut menghampiri cris. "Hei,kau sudah balik dari korea?" "Iya,siapa dia."tanya cris melihat miranda. "Ahh iya,dia temanku,kalian belum kenalan kan?"jelas bella. "Miranda,Miranda Putri."ucap miranda tak lupa nenyalurkan tangannya. "Cris aleandra."jawab cris dengan membalas jabatan miranda. "Evans grifano."lanjut evans pada miranda. Sesaat miranda melirik marchell yang hanya diam enggan untuk berkenalan dengannya,lalu miranda hanya tersenyum ramah saja pada marchell yang meliriknya sekilas dan lansgung mengalihkan tatapannya. "Itu Marchell Anderson,dia itu ketua mafia kejam."bisik bella yang tak didengar oleh ketiga lelaki itu. Sontak miranda langsung membulatkan bola matanya kala mendengar bisikan bella yang mengenalkan marchell kalau dia Mafia dan katanya kejam. Bella yang menyadari sikap kaget miranda ia langsung tersenyum samar dan langsung mengajak miranda untuk mencari meja yang tak jauh dari meja marchell dan kedua temannya itu. "Maksudmu apa bella? Dia itu Mafia?" Bella mengangguk dan "ya dia ketua mafia yang terkenal kejam,dan terkenal diberbagai negara."jelas bella. Miranda hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan langsung menyesap minuman yang ada digelas slokinya,tak lama kemudia bella kembali bersuara."aku mau kau menggodanya,sebagai lanjutan kemarin."ucap bella santai dengan gelas sloki di tangannya. "Ppffftt..."miranda menahan tawanya. Kemudian tawa miranda pecah. "Haha... apa kau gila bella?" "Sudahlah miranda kau jangan mencoba untuk menolak."protes bella. "Kau harus bisa menggodanya miranda,banyak wanita-wanita lain yang mengejarnya namun tak ada satupun yang bisa menggodannya dan sekarang aku mau kau yang harus berhasil mengodannya dan bahkan kau harus mendapatkan hatibya!."jelas bella. "Why bella? Apa kau sedang sakit?"tanya bella yang langsung memeggang dahi bella. "Ouh come on miranda jangan menolakku."pinta bella. "Haruskah aku menggodannya?" "Cihh begitu murahnya aku harus menggodanya terlebih dahulu" "Lihatlah dia tampangnya pun begitu dingin bagaimana aku bisa meluluhkan hati mafia kejam itu" Panjang lebar miranda bicara merasa tak adil baginya harus bisa mendapatkan hati seorang mafia kejam itu. "Ahh kau bahkan belum mencobanya tapi sudah menyerah,payah sekali kau ini"jawab bella mengejek miranda. 'Hahaha akan ku buat kau jatuh cinta pada kakakku yang tampan itu,miranda!' Batin miranda dan tak lupa mengangkat sudut bibirnya. "Baiklah,aku akan mencoba tapi kalau masalah mendapat hati No! bella and aku masih waras!"jawab miranda tegas lalu meninggalkan bella tanpa menuggu jawaban bella. Lalu miranda datang mendekati meja marchell dan duduk disebelah marchell. Cris dan evans yang menyadari miranda yang akan duduk disebelah marchell langsung menyingkir dan berpindah ke meja bella. "Ha-i senang bertemu denganmu kembali,apa kabar?."sapa miranda sedikit kaku. Marchell menoleh lalu menaikkan sebelah alisnya menatap miranda,tak lama marchell mengalihkan tatapannya ke bella yang juga menatapnya,lalu bella menatapnya dengan memberikan kode ok melalui jarinya tak lupa matanya berkedip dengan senyum dibibirnya. Marchell yang menyadari kode dari bella lalu mengangguk,menyeringai. Marchell berdehem."Ehm,seperti yang terlihat."jawabnya datar. Miranda hanya menganggukan kepalanya,sungguh badannya sangat kaku dan jantungnya berdetak lebih kencang seakan mau terlepas dari dadanya.Bagaimana tidak? Ini pertama kalinya ia menggoda seorang Mafia yang dikenal kejam. 'Ingin rasanya aku lari dari sini' batin miranda mengeluh. "Tujuanmu apa datang kesini?"tanya marchell dengan wajah dinginnya. "Emm... i-itu aku ha-hanya ingin menemanimu saja."jawab miranda terbata dan berusahan menelan salivanya mendengar pertanyaan marchell yang sangat dingin dan datar. Marchell menganggukan kepalanya,lalu menyesap minumannya lagi. "Apa aku menganggumu?"tanya miranda kembali. Marchell menghembuskan nafasnya kasar lalu berbalik dan menatap miranda.Sesaat tatapan mereka saling bertemu dan saling mendalami tatapan mereka,detak jantung miranda berdetak lebih kencang dan ini pertama kalinya ia merasakan sekujur tubuhnya menegang kala menatap marchell. Berbeda dengan marchell yang hanya menatapnya biasa namun didalam hatinya berbisik 'Bibir yang indah dan berbeda dari pada yang lain.' Tak lama kemudian miranda tersadar dan langsung mengalihkan tatapannya,marchell yang menyadari itu juga langsung menarik dagu miranda cepat hingga kemudia bibir mereka saling menyentuh. Awalnya marchell hanya memberikan kecupan singkat,namun ia merasakan manis yang sangat membuatnya ingin merasakan lebih dari bibir miranda,sedangkan miranda hanya terdiam kaget karna tiba-tiba marchell mengecup bibirnya.Belum sadar dari kagetnya tak lagi marchell kembali menarik tengkuknya lalu menyatukan kembali bibirnya pada bibir miranda. Kali ini bibir marchell melumat lembut bibir ranum miranda,sedangkan miranda masih terdiam tanpa membalas lumatan marchell. 's**t! Ini sangat manis.'Umpat batin marchell yang merasakan bibir miranda. Marchell yang mengetahui miranda tanpa membalas lumatan marchell,ia menginggit bibir bawah miranda pelan dan miranda langsung membuka mulutnya,membuat marchell langsung memainkan lidahnya didalam mulut miranda,menelusuri semua rongga mulut miranda,miranda yang merasakan itu dalam hatinya mengatakan ini sangat hangat dan manis. 'Oh God! This is so warm and sweet.'Batinnya berbisik. Tak lama kemudian miranda membalas lumatan marchell dengan lembut juga dan mereka saling menyatukan lidahnya,saling bertukar saliva.Marchell kembali menginggit bibir bawah miranda hingga membuat miranda mendesah pelan. "Ahhk..." Marchell menyeringai mendengar desahan miranda dan ia semakin kasar melumat bibir miranda,tak lama miranda mendorong d**a marchell hingga bibir mereka berpisah. Nafas miranda naik turun karna ciumannya dengan marchell sangat lama,sehingga membuatnya kehabisan nafas. "Apa kau mau membuatku mati karna ciuman ini hah?"desis miranda dengan mata sinisnya. "Kenapa? Bukannya kau juga menikmati itu?"tanya marchell kembali. Miranda terdiam dan tak bisa membalas pertanyaan marchell,yang dikatakan marchell benar ia sangat menikmati ciumannya dengan marchell dan yang ia rasakan sangat berbeda didalam hatinya,seperti ada sesuatu kehangatan yang membuatnya nyaman dengan ciuman itu. Marchell mengulurkan jarinya dan membersihkan bekas salivanya dibibir miranda,membuat miranda sedikit mundur namun marchell menarik tangannya sebelah hingga membuatnya semakin dekat. "Apa kau mau menemani ku diranjang malam ini?"Tanya marchell berbisik ditelinga miranda. Miranda yang mendengar bisikan marchell membuat bulu badanya berdiri dan hingga ia bergidik. "A-apa kau waras?" "Kenapa kau bertanya itu? Apa tampang wajahku seperti orang gila?"tanya marchell kembali dengan dingin. "Mm..bukan itu maksudku,kenapa kau mengajakku untuk menemanimu diranjang?" "Memangnya kau tidak mampu membayar wanita-wanita disini yang menunggumu untuk disentuh denganmu."tanya miranda sedikit mengejek. Marchell yang mendapat pertanyaan itu membuat ia tersenyum sinis yang sangat dingin bahkan untuk dilihat saja membuat bulu tubuh langsung berdiri. "Aku tidak menginginkan wanita-wanita itu."jawab marchell sambil menunjuk wanita-wanita pelayan ranjang diclub itu. "Tapi aku menginginkan dirimu."lanjutnya lagi berbisik ditelinga miranda. "Heh..tidak,aku tidak mau menemanimu dan satu lagi,aku bukan wanita-wanita seperti itu yang akan menjadi pemuas ranjangmu malam ini."jawab miranda tegas dan menunjuk wanita-wanita itu untuk menjelaskan bahwa dirinya tidak sama seperti mereka yang mau jadi pemuas ranjang marchell. "Kenapa kau menolak? Aku ini tampan dan tubuhku juga tak kalah menggoda."tanya marchell lagi. "Kau ini terlalu percaya diri dan suka pemaksa!"jawab miranda dan sedikit menekankan nadanya. "Aku tidak memaksamu,tapi aku menawarimu."jelas marchell. "Tentu kau orang yang suka pemaksa,dari pertama aku bertemu denganmu kau sudah snagat menyebalkan dan suka memaksa! I know kamu itu Ketua Mafia yang ditakuti banyak orang,tapi tidak denganku!"jawab miranda tegas,tapi sebenarnya didalam hatinya ia takut. "Dari pertama? Hei kita baru saja bertemu dan untuk kejadian minggu lalu itu aku hanya ingin mengambil wanita yang sudah berani menggodaku jadi dia harus tetap bersamaku karna dia yang memulai."jawab marchell dengan datar. "No! No! No! Jadi kau tidak mengingatku sama sekali? Benar-benar ketua mafia yang sangat bodoh!" "s**t! Apa maksudmu? Mengataiku bodohhah?"tanya marchel marchell dengan langsung mengangkat dagu miranda menghadapnya dengan memberi tatapan tajam. "Ya-iya me- memang kau bo-doh!."jawab miranda terbata karna takut tatapan tajam marchell. "Kau benar-benar tidak mengingatku? Kau yang sudah memaksaku masuk kedalam mobilmu dan memaksaku untuk membantumu mengeluarkan peluru dilenganmy dan tanpa rasa berterimakasih kau malah membentakku dan menodongkan ku pistol sialanmu itu! Dan saat itu juga aku merasakan diriku sudah di ujung kematian karnamu!."jelas miranda dengan kesal lalu menarik kepalanya untuk menjauh dari marchell. Marchell yang mendengar penjelasan miranda membuat ia kembali mengingat kejadian itu dan seketika ia langsung menaikan alisnya menatap wajah kesal miranda. "Hemm...jadi kau wanita itu,dan karna itu kau mengatai aku lelaki pemaksa bahkan bodoh?" "Iya karna itu! Lalu kau pikir apa?" "No! No! Aku hanya sedikit heran,kenapa kita bisa bertemu lagi disini? Ouh mungkin kau selama ini jadi penguntit?" "Haha... kau pikir aku tidak punya kerjaan untuk menjadi penguntitmu? Hei dengan aku sudah menjadi seorang sekertaris pribadi dan satu lagi ini club dan bebas siapa saja yang datang!"jelas miranda dengan penuh kesal. "Baiklah-baiklah lupakan tentang itu,aku tidak mau melihat wajahmu semakin kesal."tolak marchell dan sedikit terkekeh geli melihat wajah miranda yang sudah memerah menahan kekesalannya. "Hmm."miranda hanya berdehem tanpa mau melihat marchell. "Lalu bagaimana apa kau mau menemaniku malam ini."bisik marchell kembali. Sontak miranda melototkan matanya.dia masih ingin tetap menawariku menjadi teman ranjangnya malam ini,ayolah aku ini belum pernah melakukan itu dan pendirian ku tetap tegas tidak ingin memberikan keperawananku pada lelaki yang tidak mencintaiku,bagaiman dia ini sangat menyebalkan dan dia ketua mafia yang kejam.Pikiran miranda sedikit bingung. 'Tidak! Tidak ! Lelaki ini sangat menyebalkan dan sangat kejam! Bukan type ku.'batin miranda. "No! Aku menolak!"tolak miranda tegas. "Baiklah bila mulut,hati dan pikiranmu menolak maka tubuhmu tidak akan pernah menolak itu."jawab marchell dan langsung menarik tengkuk leher miranda. Marchell kembali melumat bibir miranda denganpenuh nafsu,sedangkan miranda tidak membalas itu karena pikirannya masih memikirkan perkataan marchell barusan,apa maksudnya tubuhku tidak akan pernah menolak. Hello guys,Thankyou dan tetap sabar ya buat nungguin eps selanjutnya.Don't forget support my story anda byeee Oh iya aku mau kasi tau kalo jadwal up ku jadi 2hari sekali karna aku juga lagi nulis cerita baru and tak kalah seru juga.Next wait for up ya:)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN