BAB 15

1465 Kata

Napas dua insan masih memburu. Keringat bercucuran dan membuat seprai terasa lengket. Tubuh yang po-los itu hanya tertutup selimut berwarna putih. Cahaya mentari sudah mulai meredup pertanda hari sudah sore. “Ayah, Sayang …,” rengek Marisa. “Hemmm, jangan bilang mau bangun!” Indra semakin mengeratkan pelukan. “Ayo bangun. Lengket nih, mau mandi.” Marisa berusaha melepaskan pelukan Indra. “Bentar, Bun. Ayah masih kangen banget sama Bunda.” Indra mencium kening Marisa dengan penuh rasa sayang. “Ayo lanjut di kamar mandi, Ayah,” ajak Marisa sambil mengulum telinga Indra. “Aishh, istri Ayah sekarang nggak malu buat minta duluan!” “Ayo, dooong!” ajak Marisa lagi sambil memaksa Indra untuk bangun. Marisa melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang po-los. Ia meninggalkan Indra yang ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN