“Apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku, Gav? Selama ini aku selalu saja menuruti keinginanmu, memberikan yang terbaik. Tapi sekarang kau malah menawarkan sebuah jurang untukku. Bagaimana bisa aku menerima ini? Dia sama sekali tidak ada istimewanya jika dibandingkan diriku,” ujar Laura. Gavin mendengar suara gadis ini tidak lagi sekeras sebelumnya, menggantikan itu dengan untaian kalimat kekecewaan disertai pertanyaan untuk Gavin sendiri. Apa Gavin tersentuh dengan hal itu? Sungguh, dia bukan seorang yang mudah ditaklukkan menggunakan sebuah kalimat indah apalagi sederhana, lemah lembut, atau pelan bahkan kasar sekalipun. Sekalinya dia berkeyakinan tidak, itu adalah keputusan akhir tanpa ada yang bisa mengusiknya. Gavin tidak akan pernah memikirkan perasaan Laura walau gadis itu me

