DELAPAN

717 Kata
Setiap detik yang mereka rasakan adalah ancaman dan ketakutan. Tapi setiap detik yang kita rasakan adalah kebebasan. Jadi masihkah kita bertanya tentang nikmat Allah? Penulis ♡♡♡ Bagi Ilham menjadi perwakilan dari Indonesia untuk menjadi benteng pertahanan Palestina adalah hal yang tidak terduga. Ilham terpilih karena kecerdikan dan ketelitiannya dalam menghadang lawan. Bersama sembilan kawannya Ilham terpilih menjadi perwakilan dari Indonesia dan menyusul seratus duabelas kawannya yang sudah lebih dulu berangkat ke Palestina. Tugas Ilham memang memiliki resiko yang sangat tinggi, bukan tidak mungkin jika raga, bahkan nyawa yang akan menjadi taruhannya. Tapi Ilham percaya jika semua jalan hidupnya telah ditentukan dan diatur oleh Allah. Sudah tiga hari Ilham berada di Palestina, tidur, makan, bahkan salat harus sebisa mungkin Ilham atur. Dan tidak jarang ia tidak tidur semalaman karena harus berpatroli. Seperti malam ini Ilham bertugas menjaga pos keamanan, Ilham terfokus mengamati sekitarnya, kemudian matanya beralih menatap langit yang terlihat gemerlap bertaburan bintang. Bintang malam yang gemerlap terlihat tenang di mata Ilham,tapi tidak untuk anak Palestina. Malam adalah kehidupan yang mencekam, karena musuh bisa sewaktu waktu menerkam. Tatapan Ilham yang sendu menatap jauh ke atas , mengukir harapan indah yang begitu gundah, sebatas harapan nyata tersimpan rapi bersama sang bintang, senyum tulus terukir nyata di sudut bibir Ilham. Bersama bumi Palestina dengan sejuta asa, dan bersama langit malam yang terukir temaram. Ilham teringat kejadian siang tadi, di mana ia dipertemukan dengan dua anak Palestina. Dua anak itu sedang berdebat, Ilham mengerti bahasa mereka. Meski mereka berbahasa arab tetapi Ilham cukup paham, berkat adanya pelajaran bahasa Arab di sekolah SMA nya dahulu. Entah apa sebab awal mula perdebatan mereka. Tidak banyak yang Ilham dengar dari perdebatan mereka. Intinya, mereka menginginkan kedamaian dan ketenangan. Di sini di bumi Palestina, mereka terluka tapi tetap bahagia. Anak tadi berkata jika Allah tidak adil pada orang Palestina. Dan ucapan itu jelas di bantah anak yang satunya lagi, dan Ilham setuju dengan jawabannya. Jika Allah itu adil, mereka di uji demi kebahagiaan yang abadi. Mereka itu adalah orang kuat yang diberikan cobaan berbeda, diantara bumi yang sama. Jiwa mereka tidak pernah gentar, mati syahid adalah hasil dari setiap pengorbanan yang mereka ukur. Mereka memiliki semangat yang tinggi, seperti singa yang siap menerkam setiap ancaman yang datang. Tapi Ilham meringis membayangkan generasi muda Indonesia yang semakin hari semakin memburuk. Ditengah hidup damai yang mereka jalani, mereka menyia nyiakan hidup yang penuh kedamaian itu. Tidak sedikit generasi muda yang jauh dari kata benar. Mereka hidup tanpa batas, dikekang membuat mereka arogan, dibantak membuat mereka mudah menyerah. Jika bumi Palestina berjuang untuk sejuta asa maka bumi Indonesia mengabaikan sebuah asa yang di dapat tanpa usaha. Lihatlah bumi Palestina dengan sejuta asa, sejuta cita cita. Anak Palestina berharap bahwa perang yang di hadapi mereka cepat berakhir, mereka rindu kemerdekaan, mereka rindu kebebasan, berharap perdamaian akan segera menyapa. "Ilham?" Agus datang dengan membawa secangkir teh ditangannya. Ilham mengalihkan pandangannya, menatap Agus yang duduk didekatnya. "Ham, miris banget yah di sini. Masih untung negara kita." ringis Agus sambil meniup teh yang masih mengepulkan asap itu. Belum sempat Ilham menjawab ucapan Agus, teman teman Ilham yang bertugas lebih dulu ikut bergabung bersama Ilham dan Agus, Ilham selalu merasa mempunyai kekuatan ketika sudah berkumpul dan bergabung dengan teman seperjuangannya. Dilapangan mereka serius tapi di luar itu mereka adalah teman, bercanda dan tertawa. Dalam pasukannya itu hanya Ilham yang masih setia dengan status jomblo. " Rindu Indonesia." celetus Rivaldo yang sudah duduk di dekat Agus. "Rindu Indonesia atau rindu Istri?" Balas Fakhri. Rivaldo tersenyum menatap Fakhri, Rivaldo adalah prajurit TNI AD yang baru menikah satu minggu yang lalu. Dan sudah harus berpisah, dengan istrinya karena Rivaldo ditugaskan ke Palestina. Tetapi dengan tangguhnya istri Rivaldo melepaskan kepergian Rivaldo untuk bertugas . Istri TNI adalah prajurit tangguh bagi anak anak TNI, mereka adalah benteng yang kuat merelakan sang belahan hati pergi demi tugas dari negeri. Dan berjuang menjaga hati untuk tidak melirik kanan kiri. "Istri kayanya." celetuk Ilham, Rivaldo tampak mendengus menatap Ilham. "Sirik aja ham." Balas Rivaldo "Maklum Ilham jomblo." Ucap Fakhri "Serius ham jomblo?" Tanya Ihsan seolah tidak percaya pada ucapan teman temannya. Ilham tersenyum menatap teman temannya, "Jodoh ada di tangan Allah tapi kalau rekomendasi udah ada." balas Ilham sambil tersenyum. "Halalin ham, jangan di tunda tunda." Ucap Fakhri. "Lagi di usahain doain aja." Balas Ilham mantap. ♡♡♡♡
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN