bc

Fake Angel

book_age18+
347
IKUTI
1.7K
BACA
dark
possessive
fated
dominant
manipulative
drama
city
superpower
multiple personality
addiction
like
intro-logo
Uraian

Fabian Demetry Eisen, memiliki segalanya. Wajah rupawan dan kehidupan yang mapan. Di mata orang lain, dia adalah wujud kesempurnaan seorang manusia. Di mata Aurora Thalissa, seorang gadis yatim piatu, dia adalah malaikat pelindung.

Sampai ketika lilin berbentuk delapan belas di tiup, di malam itu juga, Fabian mengambil haknya atas Aurora. Jadilah milikku selamanya, good girl.

chap-preview
Pratinjau gratis
1
Nyala api bergoyang walau tak ada angin, menerangi wajah seorang gadis yang tertawa seperti tak ada beban. Gelap, namun cahaya lampu berpendar terang. Bunyi suara musik lembut tak ayal menambah kesempurnaan malam itu. "Makasih." Seorang gadis berkata terbata, seperti ingin menangis. Tetapi, terlihat wajahnya bahagia. Karena hanya ada Fabian di hadapannya, untuk memberinya ucapan selamat ulang tahun. Kue dengan banyak dark chocolate dan cream, manis dan menggiurkan. Bagi dirinya, seorang Fabian sudah lebih dari cukup, dia tidak perlu seluruh dunia mengucapkan selamat. Cukup pria itu saja. Selalu, selamanya. Dengan mata tak berkedip Fabian menatap sang gadis, menatap pada rambut hitam legam yang menyentuh pundak, mata bening dengan bulu mata lentik yang menaungi, hidung dan bibir yang terpahat sempurna. Tubuh mungil dan ramping dengan lekuk tegas, bergoyang saat berjalan melewati dia. Menghantui setiap malam Fabian dan setiap detik dalam hidupnya. Bukan hanya itu yang membuat Fabian merasa tertarik, gadis itu mampu mengisi hari-harinya yang kosong. Memiliki cara untuk menghibur hatinya yang sepi. Entah sejak kapan, perasaan Fabian mulai  berbeda untuk gadis itu. Dan belakangan, otaknya kerap memikirkan hal kotor. Bagaimana rasa tubuh mungil itu di bawahnya, mereka berbagi kehangatan di malam yang dingin. Melirihkan namanya dengan bibir yang lembut dan merah muda itu. Fabian memicingkan mata, menjilat bibirnya yang seakan kering. Dia telah menunggu---sangat--- lama. Segera tiup lilinnya, maka seketika seluruh binatang buas yang selama ini dikurung di dalam dirinya akan dia lepaskan. Berlari bebas dan liar. Mencabik mangsa di depannya. Tanpa memerlukan aba-aba. "P-pak Fabian." Matanya menatap ragu, "Potongan pertamanya untuk bapak." Kemudian tangannya yang mulus dan mungil menyendok kue krim dan menyuapi Fabian. "Thank you, Aurora." Dengan suara berat Fabian menjawab. Kue itu terasa amat manis, Fabian menjilat bibirnya lagi, bukan karena kering. Namun, karena krim yang manis dan lembut. Aurora, nama sang Gadis. Dia  menyunggingkan senyum termanis yang bisa dia berikan untuk sang guardian angel, pria yang telah menjaga dan melindunginya sejak berusia empat belas tahun. Bukankah itu waktu yang cukup lama? Namun, tidak terasa telah berlalu begitu saja. "Rora sekarang udah dewasa." Gadis itu bahkan menyebut namanya sendiri. Senyum mengembang lagi di wajahnya. Yah, ini adalah saat yang telah lama dia tunggu. Auroranya berubah menjadi dewasa dan siap dibuahi. "Mulai sekarang panggil aku Fabian." Fabian bahkan tidak sanggup mendengar suaranya yang berat dan begitu tenang. Dalam temaram cahaya, terlihat api lilin menari-nari. Kedua bibir tipis Aurora terbuka karena kaget. Dia menunduk malu. Keinginan itu sungguh tidak masuk akal, bagaimana bisa meminta seorang gadis dengan jarak usia sebelas tahun memanggilnya hanya dengan nama saja. Tapi, Fabian tidak peduli. Dia ingin Aurora memanggil nama merdu. Fabian memberikan kotak beludru berisi kalung berlian. Buatan khusus, untuk gadis kecilnya yang manis. Fabian berencana melepaskan seluruh penutup tubuhnya nanti dan hanya kalung itu yang tersisa, menandakan kepemilikannya. Seperti adegan dalam sebuah film legendaris.   "Pak---." Aurora tersendat ragu. "---Fabian. Sangat indah." Matanya berbinar tapi cemas, takut telah salah menerima hadiah yang hebat. "Aku ...." Dia tercekat, "Aku cuma seorang pelayan, nggak pantas menerima hadiah ini." "Kau sangat pantas, Rora." Kalau perlu Fabian akan memberikan seluruh dunia dan isinya, itu juga tidak akan cukup. Baginya, Aurora adalah kegembiraan, semangat, juga penopang hidupnya di masa-masa tersulit. Walaupun perempuan itu tidak mengetahui. Itu tidak bisa dihargai dengan apapun juga. Fabian berdiri dari kursinya, berjalan pelan ke belakang tubuh Aurora, dinner berdua di hari ulang tahun gadis itu, seandainya orang mengetahui kalau Fabian melakukan ini, mereka pastilah kaget. Bagaimana mungkin seorang Fabian menikmati makan malam romantis bersama pelayan kecilnya. Sayangnya, Fabian telah menyewa seluruh restoran. Agar tidak ada mata dan mulut yang memantau di sana, kecuali orang kepercayaannya. Dia mengambil kalung berlian dari kotak dan mengalungkannya di leher Aurora. Disibak, rambut yang hitam menawan. Mempertontonkan leher yang mulus dan menggoda. Fabian ingin menggigitnya hingga berdarah, menghisap seluruh yang tersisa. Seperti terhipnotis, Fabian membelai leher hingga ke bahu yang terbuka. "Pak Fabian." Aurora menoleh, memandangnya bagai mangsa yang meminta pengampunan seorang serigala terakhir. "Cantik." Fabian tersenyum, menutupi pikiran liarnya. Jantungnya berdetak makin kencang seperti kehabisan nafas. "Nikmati steak-nya." Dia berbisik. Dengan raut wajah polos dan gembira, Aurora mulai memakan steak-nya. Juga semua menu yang terhidang, persembahan dari Fabian untuk hari yang spesial. Segera habiskan dan kita akan pulang untuk menghabiskan malam ini. Fabian menelan ludah. *** Aurora memegang kalung bebatuan di lehernya, sangat indah. Apa ini berlian? Aurora tertawa. Tapi, tidak mungkin tuannya memberi hadiah berlian sedemikian besar hanya untuk pelayan sepertinya. Biarpun begitu, Aurora mengetahui berapa harga pasaran berlian. Jadi, Fabian tidak mungkin memberikan kepadanya. Walau demikian, kalung itu membuat Aurora ingin menangis terharu.   Dia berbaring di ranjang yang wangi sabun, seprainya baru saja diganti. Ini adalah ulang tahun terindah sepanjang hidupnya sejak ibunya meninggalkan dia, usia delapan belas tahun. Usia yang dewasa. Sekarang dia sudah dewasa. Bukan lagi anak-anak. Dia menggeliat, mengenakan setelan piyama bermotif kartun. Matanya menatap fokus pada ponsel, besok dia harus kuliah pagi. Untunglah, dia telah mengerjakan tugas-tugas, Aurora tidak menyangka kalau di hari ulang tahunnya ini, Fabian akan mengajaknya makan malam. Dinner yang luar biasa dengan cahaya lilin, seperti impian setiap gadis. Ada cake yang rasanya lumer di mulut, juga ada steak dan makanan yang membuat ketagihan untuk memakannya. Dan dari semuanya ada Fabian, malaikat pelindungnya. Pria yang dia puja dan kagumi, seorang yang begitu bertanggung jawab. Seseorang yang memiliki kehidupannya. Klik .... Mata Aurora sayup terbuka, dalam remang cahaya dia melihat sosok bayangan masuk ke kamarnya. Aurora ingin berteriak mengira itu seorang penyusup, tapi dia segera mencium aroma yang begitu familier. Aroma kayu dan bergamot. Parfum malaikat pelindungnya. "Pak Fabian?" Aurora berkata lirih. Dia juga sudah mengantuk hingga tidak bisa memikirkan bagaimana seorang Fabian bisa memasuki kamarnya. Dan, lagi-lagi dia masih memanggilnya dengan sebutan Pak. "Ssstt." Begitu bisik Fabian terasa lirih di telinga, detak jantung Aurora berpacu semakin cepat. Tercium aroma mint dari wajahnya saat Fabian mendekat, merayap naik ke sebelahnya. Tubuh Aurora membeku. Suara nafas Fabian terasa di lehernya dan nafasnya terdengar berat. Aurora mengumpulkan kesadarannya, dia membuka lebar matanya. Mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Apakah dia bermimpi? Tetapi kenapa kehangatan lengan Fabian terasa nyata, mendekap tubuhnya. Aurora memejamkan mata lagi. Semuanya terlalu cepat terjadi, sampai Aurora tak mengerti. Lampu temaram, tapi, wajah dan tubuh Fabian terlihat jelas. Aurora refleks ingin menolaknya. Tetapi .... Pada akhirnya, dia menerima semua perlakuan Fabian atas tubuhnya. Masih terekam dengan jelas kata-katanya waktu itu. Saat dia masih remaja. "Pak Fabian, tolong bawa aku. Menjadi pelayan atau pesuruh. Tolong bawa aku, aku akan lakukan apapun." ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook