35

1329 Kata

Aurora merasa sangat lemas dan dia berbaring bersandar di kursi penumpang. Dia mencium aroma yang hangat dan nyaman dari sebelahnya. "Pak Irawan?" Aurora menyadari pria itu berada di sebelahnya. "Aurora, kita sedang dalam perjalanan ke rumahmu." Beliau berkata, suaranya berat dan tenang. "Maaf, jadi merepotkan." "Nggak ada yang merepotkan, karena aku yang menawarkan untuk mengantar pulang tadi." Aurora memejamkan mata, menajamkan pendengarannya. "Mahesa mengatakan kalau kau nggak ingin bertemu denganku lagi." Irawan berkata lagi, tampaknya saat tadi Mahesa bertemu dengan Aurora, Irawan menunggu di dalam mobil. "Rora bukannya nggak ingin bertemu dengan Pak Irawan, hanya aja, Rora nggak ingin---" Aurora terdiam, tidak melanjutkan kata-katanya. "Kau nggak ingin dimanfaatkan?" Ira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN