Fabian memasuki kamarnya, ada barang yang tertinggal di ruang kerja dan perlu dia ambil. Saat membuka pintu kamarnya, dia merasa ada yang berbeda. Di atas sofa, tergeletak pakaian dan ... Fabian menahan nafas. Ketika menoleh dia melihat sosok indah di sana. Bibirnya bergetar menyebutkan nama Fabian. "Aurora?' Sosok itu berbalut handuk dan rambut basah jatuh di pundaknya. "M-maaf." Pipinya begitu merah, dan dia terburu-buru mengambil pakaian. Aurora secepat kilat kembali lagi ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Fabian yang mematung. Bukan Fabian tergoda akan rupa itu, tetapi penampilan Aurora di pagi hari ini membuat sesuatu pecah di dalam dirinya. Sebuah kaca yang membatasi hasrat Fabian. Dan Fabian masih berdiri terpaku saat mendengar bunyi suara pintu. Fabian mencoba tersadar dari la

