52

1186 Kata

Fabian baru saja hendak meninggalkan kantor untuk makan siang ketika sekretarisnya berkata ada seorang pemuda yang ingin menemuinya. Bertemu dengan Fabian tidak terlalu sulit, dia bukan tipe orang yang sangat sibuk sehingga harus membuat appointment ketika ingin menemuinya. Tapi seingat Fabian hari ini tidak memiliki janji temu dengan siapapun. Jadi, siapa yang ingin bertemu dengannya. "Seorang pemuda bernama Daru, Pak." Sekretarisnya berkata. Daru? Fabian mengingat-ingat. "Suruh dia masuk." Sekretarisnya mengangguk, tidak lama kemudian. Dia datang bersama sosok pemuda yang cukup tampan. "Selamat siang." Pemuda itu menyapa. Fabian mengangguk, dia mengenal pemuda itu. Mereka telah bertemu sebelumnya saat peristiwa yang menimpa Aurora di restoen. Fabian berdiri dari kursi kerjanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN