Hari ini Aurora tidak dapat berkonsentrasi pada materi perkuliahan, di dalam benaknya hanya Fabian yang terpatri ... Hanya ada lelaki itu. Wajah Aurora memerah dan terasa panas. Dari semua perempuan yang memujanya, Fabian memilihnya sebagai kekasih. Aurora bukannya sepolos itu, dia mengetahui kalau dia cukup menarik, karena sejak masih di bangku sekolah dulu. Beberapa lawan jenis terang-terangan menyatakan perasaan padanya. Hanya saja apakah dia cukup pantas untuk bersama Fabian? Ini adalah Fabian Eisen, sosok yang luar biasa hebat di matanya. Aurora mengenang malam-malam kebersamaan mereka, tubuhnya yang hangat, ciumannya yang panas, cumbuannya yang b*******h. Semuanya membuat Aurora seolah tidak mampu bernafas. "Kau adalah kekasihku." Fabian berkata seperti itu. Kata-katanya te

