Fabian menunggu di ruang tamu, menanti bintang utama malam ini kenluar dari kamarnya. Ya, dia akan dinner dengan Aurora malam ini. Fabian melihat jam di tangannya, dan dia menuju sofa. Menyandarkan diri serta memejamkan di sana. Rumahnya telah amat sepi, dia meminta si mbak, pergi bersantai ke suatu tempat. Dia ingin malam ini, hanya ada dirinya dan Aurora. "Pak Fabian...." terdengar suara memanggilnya lirih. Fabian membuka matanya, melihat sosok di hadapannya. Dia tersenyum, tampak gelisah dengan balutan dress yang elegan, serasi dengan kulitnya yang halus. Aurora telah menjelma menjadi sosok yang sangat luar biasa. Tidak. Sejak awal Fabian bisa melihatnya, tetapi dia menolak. Sekarang, Fabian tidak ingin membohongi perasaannya lagi. "Udah siap untuk berangkat?" Fabian bertanya. A

