46

1160 Kata

Fabian memasuki rumah keluarga Eisen, hari ini dia akan makan malam bersama ayahnya, abangnya juga sang ibu. Fabian tidak tahu apa yang akan mereka katakan malam ini, karena beberapa bulan terakhir, sangat jarang mengundang semua untuk makan malam. "Pak Fabian." Seorang pelayan menyambutnya. "Pak Fabian telah ditunggu." Dia berkata lagi. Fabian menuju meja makan. Dia melihat kedua orang tuanya juga akhirnya, mereka sedang berbicara dengan suasana yang tegang, pastilah mereka ingin mendesak Fabian untuk ikut mengambil alih perusahaan. Anehnya anak-anak keluarga Eisen tidak berminat, untuk menjalankan usaha keluarga. Itulah yang membuat kedua orangtua Fabian semakin murka. "Duduklah Fabian, kau terlambat." Nyonya Eisen berkata. Dia terlihat kesal, namun, tidak mengungkapkan emosinya. Seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN