Irawan dan Fabian bertemu di sebuah hotel. Kali ini, Irawan mengalah, dia menelepon Fabian terlebih dahulu untuk janji temu. Setelah sebelumnya, Irawan terus mengutus Mahesa untuk melakukan negosiasi. "Selamat sore, Pak Irawan." Fabian menyapa, sebenarnya, emosi Fabian sudah tidak tertahankan. Dia begitu murka karena pihak Irawan menyebut-nyebut soal ayah kandung Aurora. "Fabian." Irawan membalas. Mereka duduk berhadapan di sofa, di belakang Irawan ada Mahesa dan bersama Fabian, tentunya ada Idris. "Apa yang Pak Irawan ingin bicarakan, lagi?" tanya Fabian. Dia sengaja menekankan kata lagi pada kata-katanya. "Fabian, kau pasti tahu. Aku dan kau terkait dalam hal ini." "Aku nggak terlalu paham." Irawan menatapnya, "Fabian sudah menyelidiki sejauh ini, tapi, masih tidak ingin jujur

