49

1117 Kata

Fabian terbangun, pukul tiga pagi. Dan dia melihat sosok tubuh sedang tertidur pulas di sebelahnya. Fabian beringsut bangun, dia menghidupkan lampu tidur yang terletak di atas nakas di sebelah tempat tidurnya. Memandangi wajah Aurora dalam temaram cahaya, dia membelai rambutnya, agar bisa lebih puas wajahnya yang damai. Benarkah, Aurora tertidur dalam damai? Atau sebenarnya, sesuatu tengah berkecamuk di dalam dadanya. Sesuatu yang diakibatkan oleh tindakan Fabian pada dirinya. Fabian menghela nafasnya, dia sudah tahu, setiap kali mengambil sesuatu dari Aurora, dia akan didera rasa bersalah yang amat hebat. Namun, keinginan untuk bersama perempuan itu lebih kuat dari segalanya. Fabian tidak bisa diam saja, dia juga sulit untuk mengontrol pikirannya sekarang. Saat bersama Aurora, seluruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN