Fabian mengambil dasinya. Pagi ini seperti biasa dia akan pergi ke kantor. Akan tetapi, sepulang dari kantor nanti Fabian tidak kembali ke rumah. Dia akan pergi ke villa keluarga Eisen untuk tinggal sementara di sana. Semua ini dia lakukan karena semakin lama berada di rumah bersama Aurora terasa cukup berat. Fabian menahan diri, namun, dia hanya manusia biasa. Ada ketakutan dan kecemasan seandainya dia tidak mampu menahan diri. Terhadap Aurora, gadis yang muda belia. Fabian mengusap wajahnya, sekarang dia merasa frustasi. Dia keluar dari kamar, melihat Aurora menunggunya. Aurora mengenakan bluse bewarna marun dan celana jeans. Dia juga tengah bersiap menuju kampus. "Pak Fabian." Dia menyapa Fabian. "Aurora, apa kau akan berangkat ke kampus?" Aurora menundukkan pandangannya. "Kenapa?

