Daru membawa Aurora, sebuah lokasi yang agak tinggi. Dari sana mereka dapat melihat kota dengan gemerlap lampu-lampu. "Bagus bukan?" Daru berpegangan pada pagar pembatas. Aurora mengangguk. "Apa yang mau kau bicarakan Daru? Aku lelah dan mengantuk." Daru menatap Aurora, gadis itu memang sangat cantik. Rambutnya panjang ditiup angin malam, wajahnya juga tertimpa cahaya lampu. "Aku nggak tau harus bicara apa." Daru menatapnya lurus. Aurora hanya mendesah. "Jujur saja, aku amat kecewa dan terluka akan pemikiranmu." "Jadi, apa yang harus aku pikirkan? Ketika mengetahui gadis yang aku sukai ..." Daru tersengal. "Ya, aku menyukaimu, Aurora." "Daru." "Tapi aku sungguh nggak bisa menerima kalau kau menjalin hubungan semacam itu dengan pria bernama Fabian." "Hubungan semacam apa maks

